Tumbuhkan Kepedulian Terhadap Sesama, Pemkot Cimahi Berikan Bantuan untuk Rutilahu

Pemkot Cimahi memastikan bakal memberikan bantuan stimulan untuk rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ada di wilayahnya pada 2022.

Tumbuhkan Kepedulian Terhadap Sesama, Pemkot Cimahi Berikan Bantuan untuk Rutilahu
Dana bantuan stimulan tersebut berupa perbaikan yang bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi swadaya masyarakat dalam menuntaskan perbaikan rutilahu di Kota Cimahi. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Pemkot Cimahi memastikan bakal memberikan bantuan stimulan untuk rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ada di wilayahnya pada 2022.

Dana bantuan stimulan tersebut berupa perbaikan yang bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi swadaya masyarakat dalam menuntaskan perbaikan rutilahu di Kota Cimahi.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, bantuan pembangunan rutilahu sudah bisa dilaksanakan pada Agustus ini.

"Bulan ini segera dilaksanakan perbaikan rutilahu di lapangan secara serentak," katanya, Jumat 26 Agustus 2022.

Ia menyebut, bantuan perbaikan rutilahu berasal dari pemerintah pusat, Pemprov Jabar. Termasuk dari Pemkot Cimahi. 

"Saya berterima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemprov Jabar atas perhatian dan bantuannya untuk perbaikan rutilahu di Kota Cimahi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, tujuan diberikannya bantuan rutilahu tersebut untuk membangkitkan kepedulian masyarakat agar membantu warga lain yang membutuhkan.

 "Sebenarnya tujuannya untuk mengajak masyarakat yang lebih mampu sehingga keluar dari hati nurani dan subsidi silang membantu perbaikan rutilahu sehingga rumah menjadi layak," jelasnya.

Terlebih, sambung dia, kondisi rumah dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Menurutnya, rumah yang tidak layak huni bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, termasuk mentalnya. 

"Saya harapkan juga ekonomi kembali pulih sehingga masyarakat bisa menangani permasalahan perbaikan rumahnya secara mandiri," terangnya.

Adapun kriteria rutilahu yang memperoleh bantuan, kata dia, tentunya mereka yang sudah disurvei oleh pekerja sosial, tim kelurahan dan dina yang turun langsung ke lapangan.

"Sehingga dilaporkan dan benar-benar kondisi tidak layak dan perlu dibantu. Diharapkan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

"Oleh karenanya, bantuan ini bersifat stimulan dengan berkoordinasi pihak kelurahan/kecamatan dan didampingi tim teknis kelurahan dalam perencanaan dan monitor pekerjaan," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani