UK Maranatha Buka Dua Prodi Inovatif di Kota Baru Parahyangan

Universitas Kristen Maranatha meresmikan penggunaan gedung baru di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP), Kabupaten Bandung Barat. Prosesi serah terima gedung dari Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) kepada Universitas Kristen Maranatha dilakukan pada Senin, 4 Agustus 2025.

UK Maranatha Buka Dua Prodi Inovatif di Kota Baru Parahyangan
Universitas Kristen Maranatha meresmikan penggunaan gedung baru di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP), Kabupaten Bandung Barat. Prosesi serah terima gedung dari Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) kepada Universitas Kristen Maranatha dilakukan pada Senin, 4 Agustus 2025.

INILAHKORAN, Bandung-Universitas Kristen Maranatha meresmikan penggunaan gedung baru di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP), Kabupaten Bandung Barat. Prosesi serah terima gedung dari Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) kepada Universitas Kristen Maranatha dilakukan pada Senin, 4 Agustus 2025.

Prosesi simbolis pembukaan gedung dilaksanakan oleh Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail, M.Si., di gedung baru yang berlokasi di Jalan Guru Gantangan, Kota Baru Parahyangan. Sementara itu, penandatanganan prasasti peresmian oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dilakukan secara terpisah.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat sangat mengapresiasi kehadiran UK Maranatha di Kabupaten Bandung Barat, khususnya dengan dua program studi yakni Bioteknologi dan Arsitektur.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi kami di Pemerintahan Bandung Barat, untuk memajukan SDM yang ada di wilayah Bandung Barat,” ucap H. Asep Ismail dalam sambutannya.

“Kabupaten Bandung Barat butuh sumber daya manusia yang andal, sehingga dengan hadirnya UK Maranatha ini, kami merasa terbantu,” lanjutnya.

Peran strategis keberadaan kampus di daerah-daerah sekitar Kota Bandung menjadi sorotan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa peran tersebut penting untuk membangun kawasan Bandung Raya, untuk berbagi beban dan berbagi pengembangan sumber daya manusia.

Farhan sangat mendukung UK Maranatha untuk membuka kampus di wilayah Bandung Raya selain di Kota Bandung. “Hadirnya UK Maranatha di KBP ini akan menjadi dasar yang kuat sampai puluhan tahun ke depan, untuk menjadi sebuah benchmarking, bahwa di setiap kawasan harus punya center of excellence,” ujarnya.

“Kami sangat berharap bahwa sinergi antara pemerintahan di Bandung Raya dengan YPTKM akan bisa menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana dunia akademik dan dunia pemerintahan dapat saling menguatkan sehingga memberi peluang sebesar-besarnya, sehingga investasi berkembang di kawasan Bandung Raya,” tutur Farhan.

Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa gedung baru di KBP tidak sekadar perluasan ruang fisik, melainkan manifestasi nyata dari visi strategis dan komitmen jangka panjang UK Maranatha dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi bermutu, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Peristiwa hari ini merupakan tonggak penting dalam sejarah pengembangan institusi kami,” ungkap Prof. Frans. Ia juga mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan LLDIKTI IV.

Dalam kesempatan ini, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Universitas Kristen Maranatha dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Kota Bandung. Kerja sama yang akan dilaksanakan antara lain adalah dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Secara khusus, Rektor mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas dukungan LLDIKTI IV dalam proses pengajuan dan perolehan izin penyelenggaraan Program Sarjana Bioteknologi yang akan menjadi bagian penting dari operasional awal di gedung baru.

Kampus pengembangan Maranatha di KBP akan dimanfaatkan menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan dua program inovatif UK Maranatha, yakni Program Sarjana Bioteknologi dan Program Sarjana Arsitektur.

Peresmian pemanfaatan gedung baru UK Maranatha di KBP menyimpan harapan besar. Ketua Umum YPTKM, Orias Petrus Moedak, S.E. berharap, “Semoga kampus pengembangan KBP bisa menjadi saluran berkat bagi masyarakat dengan program-program studi yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan universitas.

“Yayasan terbuka untuk membantu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan, tapi kami mau pendidikannya berkualitas. Jadi jangan asal buka dan ramai orang masuk saja. Kita mau apa yang kita berikan itu yang terbaik,” jelas Orias.

Selain berfungsi untuk pengembangan pendidikan, lahan seluas hampir 36 ribu meter persegi di KBP diharapkan juga dapat diintegrasikan untuk manfaat lainnya.
“Yayasan dengan Rektor akan bekerja sama untuk menciptakan supaya tidak hanya menjadi area pendidikan, tetapi juga menjadi unit bisnis lain,” papar Ir. Arif Suryanto, Sekretaris Umum YPTKM sekaligus Ketua Tim Pembangunan Gedung.

“Saat ini lahan yang dibangun baru sekitar dua ribu meter persegi, dengan luas bangunan empat lantai masing-masing luasnya 1.400 meter persegi, jadi total sekitar lima ribu meter persegi,” jelasnya.***


Editor : JakaPermana