UMKM Lokal Bidik Kemitraan

UMKM Lokal Bidik Kemitraan
NAIK KELAS: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik tengah berada di kantornya.(ANTARA/RICKY PRAYOGA)

INILAH, Bandung - Jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. Namun, peluang untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri manufaktur dan perusahaan bermodal besar masih perlu dibuka lebih lebar.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya menjembatani kesenjangan tersebut melalui Sistem Informasi Kemitraan Investasi (Si KerTas), sebuah platform digital yang mempertemukan pelaku UMKM dengan perusahaan berskala besar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, platform tersebut dirancang untuk menghubungkan produk dan jasa UMKM dengan kebutuhan pengadaan korporasi penerima fasilitas investasi di Jawa Barat.

"Inovasi ini dirancang sebagai simpul temu digital yang menghubungkan secara langsung ketersediaan produk/jasa UMKM dengan kebutuhan pengadaan korporasi penerima fasilitas investasi di wilayah Jawa Barat," kata Dedi seperti dikutip dari ANTARA, Senin (19/10).

Melalui Si KerTas, pelaku UMKM dapat melengkapi legalitas perizinan, mengunggah portofolio produk, mencari mitra potensial, hingga mengajukan proposal kerja sama bisnis secara transparan. Di sisi lain, perusahaan besar bisa mempublikasikan kebutuhan rantai pasok yang berpeluang dipenuhi vendor UMKM lokal.

Skema tersebut membuka kesempatan bagi pengusaha daerah untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Kemitraan tidak lagi hanya bergantung pada pertemuan langsung, tetapi juga dapat dimulai melalui akses digital yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan pelaku usaha.

Dedi mengatakan, penguatan kemitraan investasi inklusif itu sejalan dengan kebijakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Tujuannya, memastikan manfaat penanaman modal tidak hanya dinikmati perusahaan besar. (gin)


Editor : Inilahkoran