Ungkap Kebutuhan Anggaran Perbaikan Infrastruktur Jalan Stabil, PUTR KBB Taksir Sekitar Rp9 Triliun 

Belum masifnya pembangunan infrastruktur jalan raya di KBB kerap menyisakan berbagai persoalan dan menuai polemik publik.

Ungkap Kebutuhan Anggaran Perbaikan Infrastruktur Jalan Stabil, PUTR KBB Taksir Sekitar Rp9 Triliun 
Menjawab pertanyaan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB telah menghitung total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan infrastruktur jalan dengan kondisi jalan stabil di KBB yakni ditaksir mencapai Rp9 triliun. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Belum masifnya pembangunan infrastruktur jalan raya di KBB kerap menyisakan berbagai persoalan dan menuai polemik publik.

Tak ayal, banyak masyarakat KBB yang mempertanyakan berapa anggaran yang dibutuhkan agar pembangunan infrastruktur jalan bisa dilakukan secara menyeluruh.

Menjawab pertanyaan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB telah menghitung total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan infrastruktur jalan dengan kondisi jalan stabil di KBB yakni ditaksir mencapai Rp9 triliun.

Berdasarkan data Dinas PUTR KBB, kondisi ruas jalan kabupaten yang bagus sudah mencapai 65,97 persen atau 346,7 kilometer.

Sementara, untuk kondisi rusak sedang 10,44 persen atau 54,85 kilometer, dan rusak ringan 45,19 kilometer atau  8,60 persen.

"Berdasarkan hasil hitungan, untuk kondisi jalan stabil membutuhkan anggaran Rp9 triliun. Mayoritas jalan beton, sisanya hotmix," ungkap Kepala Dinas PUTR KBB, Mochamad Ridwan kepada wartawan.

Menurutnya, tentunya kebutuhan anggaran sebesar itu sulit apabila mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) KBB. Oleh karenanya, pihaknya mengusulkan ke pusat.

"Kita lakukan perbaikan secara bertahap dengan menerapkan skala prioritas," ucapnya.

Misalnya saja, kata Ridwan mencontohkan, untuk tahun 2023 Pemda KBB mendapat bantuan dari pusat berupa dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp17 miliar. 

Selanjutnya, DAK tersebut digunakan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak, salah satunya Jalan Langensari-Dago.

"Kita jangan terlalu mengandalkan keuangan APBD KBB, tapi harus mencari potensi di pusat. Dengan demikian perbaikan ruas jalan rusak bisa maksimal," tuturnya.

Ridwan menyebut, anggaran yang direncanakan untuk memperbaiki jalan rusak bersumber dari APBD KBB 2023 sebesar Rp59 miliar. 

"Namun, anggaran yang digulirkan baru sekitar Rp30 miliar," ucapnya.

Tahun ini, sambung Ridwan, ada 18 ruas jalan yang diperbaiki dengan sumber anggaran dari APBD KBB dan DAK. Bahkan, perbaikan sudah berjalan dan ditargetkan beres pada September atau Oktober 2023.

"Perbaikan jalan berlokasi di 10 kecamatan. Meliputi Kecamatan Cipeundeuy, Cikalongwetan,  Batujajar, Cililin dan Lembang masing-masing satu ruas jalan," paparnya.

Sementara di Ngamprah yang merupakan Ibu Kota KBB, lanjut Ridwan, tahun 2023 ini ada tiga ruas jalan yang diperbaiki yaitu ruas Jalan Sumur Bor -Samsat dengan sumber anggaran DAK.

"Untuk ruas Jalan H Gofur-Cibatu dan H Gofur-Pakuhaji dengan sumber anggaran dari APBD KBB," ungkapnya.

Ridwan menuturkan, perbaikan terbanyak di wilayah Kecamatan Cihampelas, meliputi ruas Jalan Cihampelas-Tanjungjaya, Cipatik-Citapen, Jalan Citapen-Ciraden, Cipatik-Nyalindung dan ruas Jalan Tanjungwangi-Kidangpananjung-Mukapayung.

"Ada 13 ruas jalan yang dibeton, dan laston untuk 5 ruas jalan  memang tidak semua bisa diperbaiki karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah," tuturnya.

"Tapi, insyaallah perbaikan akan terus kami laksanakan," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani