Unpad Perluas Jaringan Rumah Sakit: Bangun Jaringan Luaskan Layanan

UNPAD menyiapkan pengembangan jaringan rumah sakit di Jawa Barat. Kolaborasi dengan mitra swasta menjadi salah satu jalan untuk mewujudkannya.

Unpad Perluas Jaringan Rumah Sakit: Bangun Jaringan  Luaskan Layanan
NOTA KESEPAHAMAN: Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita dan Direktur Utama PT Banilamas Wico Bambang Wijonarko menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi serta pembangunan dan pengembangan jaringan Rumah Sakit Unpad di Jawa Barat.(UNPAD.AC.ID)

Membangun rumah sakit bukan sekadar mendirikan gedung dan melengkapi ruang perawatan. Ada kebutuhan pembiayaan, perencanaan, dan pengelolaan yang harus disiapkan agar layanan kesehatan sekaligus ruang pendidikan bagi calon tenaga medis dapat berkembang.

Kebutuhan itulah yang mendorong Universitas Padjadjaran (Unpad) menjalin kerja sama dengan PT Banilamas Wico untuk mendukung pembangunan dan pengembangan jaringan rumah sakit Unpad di Jawa Barat. 

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Executive Lounge Gedung Rektorat Unpad, Kampus Dipati Ukur, Bandung, Rabu (21/10). 

Bagi Unpad, pengembangan rumah sakit pendidikan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung pendidikan dan penelitian di bidang medis.

Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan, dinamika pendidikan saat ini menuntut dukungan fasilitas yang memadai. Namun, ketersediaan dukungan pemerintah belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan rumah sakit pendidikan.

Karena itu, diperlukan alternatif pembiayaan dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar rencana pengembangan dapat berjalan.

“Pengembangan dan pembangunan rumah sakit ini memerlukan model pembiayaan yang kreatif. Kerja sama ini dapat menjadi salah satu model untuk menemukan solusi dalam mendukung pengembangan rumah sakit pendidikan,” ujar Arief, seperti dikutip dari kanal remi Unpad.

Kerja sama tersebut membawa target besar. PT Banilamas Wico mendapat tantangan untuk mendukung pembangunan jaringan rumah sakit Unpad di 10 titik di Jawa Barat dalam kurun waktu lima tahun.

Direktur Utama PT Banilamas Wico Bambang Wijonarko mengatakan, perusahaannya mengandalkan sistem project management dalam pelaksanaan pekerjaan. Pendekatan tersebut bertumpu pada perencanaan dan pengelolaan setiap tahapan proyek agar berjalan sesuai target.

“Kami mendapat tantangan untuk membangun jaringan rumah sakit Unpad di 10 titik di Jawa Barat dengan target lima tahun. Insya Allah, kami siap mendukung program ini melalui perencanaan dan pelaksanaan yang optimal,” kata Bambang.

Target tersebut menuntut persiapan yang matang, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan proyek. Pengelolaan yang terukur diperlukan agar pembangunan di berbagai titik dapat mengikuti sasaran waktu yang telah ditetapkan.

Bagi Unpad, kolaborasi ini menjadi salah satu langkah untuk mencari skema pembiayaan alternatif di tengah keterbatasan dukungan yang tersedia. Sementara bagi mitra, pengalaman mengelola proyek menjadi modal untuk mendukung rencana pengembangan jaringan rumah sakit tersebut.

Penandatanganan MoU turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, Direktur Pengelolaan Bisnis Dr. Helitha Novianty, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Prof. Tomy Perdana, Direktur Utama Rumah Sakit Unpad dr. Herry Herman, serta jajaran PT Banilamas Wico. (gin)


Editor : Inilahkoran