Viral Tinggal di Atas Gunung Solok Pandan, Jeje Tawarkan Solusi untuk 3 Keluarga
Kisah tiga keluarga yang tinggal terpencil di puncak Gunung Solok Pandan, Kampung Cijanten, Desa Batulayang, Ciliin, KBB menjadi pembicaraan hangat di medsos.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kisah tiga keluarga yang tinggal terpencil di puncak Gunung Solok Pandan, Kampung Cijanten, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyita perhatian luas setelah menjadi pembicaraan hangat di media sosial.
Tercatat sebanyak 16 orang dari tiga keluarga bermukim di tempat tersebut sejak tahun 2010, menempati tanah warisan keluarga. Jarak dari pemukiman terdekat maupun jalan raya mencapai 2,5 kilometer dan akses satu-satunya menuju ke sana hanyalah jalan setapak yang naik-turun pegunungan.
Kondisi itu menempuh perjalanan berat setiap hari, terutama bagi anak-anak yang harus berangkat dan pulang sekolah.
Pemerintahan desa sebelumnya telah mengajak mereka pindah ke lokasi yang lebih mudah dijangkau dan berdekatan dengan permukiman warga, namun ketiga keluarga memilih tetap bertahan di atas gunung.
Alasannya, mata pencaharian mereka sebagai petani dan pekebun berada tepat di lahan tempat mereka tinggal.
"Saya sudah cek langsung ke sana, melihat dan mendengar sendiri bagaimana kondisinya. Memang benar mereka bertiga keluarga itu menetap di atas gunung sejak 2010 di atas tanah warisan," kata Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Senin (5/10/2026).
Merespons keinginan warga untuk tetap tinggal sekaligus memastikan anak-anak mendapat akses pendidikan yang layak, Pemkab Bandung Barat menyusun pendekatan yang tidak memaksa pemindahan seluruh keluarga.
Khusus bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah, pemerintah akan menanggung biaya sewa hunian di lokasi yang lebih dekat dengan sekolah.
Dengan demikian, anak-anak dapat tinggal dan bersekolah dengan tenang, sementara orang tua tetap bebas naik ke atas gunung untuk mengurus kebun dan ladang mereka setiap hari.
"Setelah melihat langsung, terutama anak-anak yang harus naik-turun gunung setiap hari ke sekolah, saya tawarkan solusi. Jadi anak-anak tinggal sementara di bawah, lebih dekat ke sekolah," ucapnya.
"Orang tua tetap bisa naik ke sini untuk bertani, kebun tetap diurus, tapi anak-anak tidak lagi kelelahan di jalan," jelasnya.
Bagi warga yang memilih tetap bermukim di atas gunung lantaran sumber penghidupannya berada di sana, pemerintah tidak akan memaksa pindah. Sebaliknya, bakal disusun rencana perbaikan dan peningkatan kualitas tempat tinggal agar layak huni dan aman.
"Kalau memang mereka memilih tetap tinggal di sini karena hidup mereka ada di sini, kami cari solusi agar tempat tinggalnya makin layak. Kami perbaiki apa yang perlu diperbaiki, kami usulkan bantuan yang dibutuhkan," ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

