Wajah Buram Pengelolaan Lingkungan di Soreang, Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan
Tumpukan sampah kembali jadi pemandangan tak sedap di pinggir Jalan Soreang Kabupaten Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Tumpukan sampah liar masih menjadi wajah buram pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bandung. Di tengah berbagai jargon penanganan persampahan, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya: sampah rumah tangga berserakan bebas di pinggir jalan tanpa eksekusi pengangkutan yang cepat.
Salah satu titik krusial berada di Jalan Raya Katapang-Soreang, tepatnya di depan ruko kosong Kampung Cingcin, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang. Berbulan-bulan lamanya, pelataran bangunan terbengkalai ini menyulih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang kian menggunung.
Aroma menyengat dan pemandangan kumuh ini Ironisnya berada di salah satu akses utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bandung.
Warga menduga, tumpukan sampah tersebut didominasi oleh pengendara motor yang sengaja membuang kantong plastik saat melintas. Kondisi ini diperparah oleh minimnya fasilitas pengelolaan sampah di kawasan sekitar.
"Sering saya lihat orang sengaja berhenti lalu membuang sampah di situ. Kebanyakan pengendara motor. Mungkin di pemukimannya tidak ada TPS atau tidak ada petugas yang mengangkut ke rumah," ujar warga Cingcin, Adi Wardana (29), Kamis (23/7/2026).
Menurut Adi, tumpukan sampah tersebut tak hanya berasal dari warga yang membuang sembarangan. Sebagian merupakan sampah hasil swadaya warga yang diangkat dari saluran drainase tersumbat agar air tidak meluap ke badan jalan saat hujan deras.
"Kalau selokannya tersumbat, air meluap ke jalan. Akhirnya warga mengeduk sampah dari dalam selokan, lalu ditumpuk di depan ruko," lanjutnya.
Sayangnya, material buangan yang diangkat itu justru dibiarkan terbengkalai tanpa tindak lanjut. Semakin lama membusuk, tumpukan tersebut mengundang lalat dan tikus, hingga berpotensi memicu ancaman penyakit bagi warga sekitar.
Fenomena ini menjadi cermin bahwa masalah sampah di Kabupaten Bandung bukan sebatas minimnya kedisiplinan publik semata. Pemkab Bandung masih memiliki PR besar untuk menyediakan layanan persampahan yang terjangkau, mulai dari keteraturan jadwal angkut, ketersediaan wadah penampungan, hingga edukasi berbasis penegakan aturan.
Jika titik-titik pembuangan liar terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, lokasi serupa berpotensi menjamur di berbagai sudut wilayah. Hal ini jelas bertolak belakang dengan jargon kawasan bersih dan sehat yang disuarakan pemerintah.
Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah tidak sekadar melakukan pembersihan sesaat, melainkan menerapkan solusi jangka panjang—seperti penertiban kawasan, pemasangan papan larangan, fasilitas penampungan yang layak, hingga penegakan sanksi bagi pelanggar.
Tumpukan sampah yang mengendap berbulan-bulan di jalur utama Soreang ini adalah alaram keras: pengelolaan sampah daerah membutuhkan tindakan yang jauh lebih konkret sebelum krisisnya kian sulit dikendalikan.
Editor : Ahmad Sayuti

