Wakil Rakyat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Sungai Ciliwung
Anggota DPR RI dari Komisi Eddy Santana Putra yang juga warga Desa Pandansari, Ciawi, Kabupaten Bogor merasa geram dan kecewa dengan pencemaran sungai Ciliwung yang disebabkan berbagai sampah rumah tangga ataupun limbah hotel maupun restoran yang ada di Kawasan Puncak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Anggota DPR RI dari Komisi Eddy Santana Putra yang juga warga Desa Pandansari, Ciawi, Kabupaten Bogor merasa geram dan kecewa dengan pencemaran sungai Ciliwung yang disebabkan berbagai sampah rumah tangga ataupun limbah hotel maupun restoran yang ada di Kawasan Puncak.
Politisi Partai Gerindra ini pun tak segan-segan ikut turun langsung kerja bakti secara rutin membersihkan sampah dan berbagai limbah hotel maupun restotan yang ada di aliran Sungai Ciliwung sampai ke Sungai Cibalok, Ciawi.
Eddy mengatakan saat ini Sungai Ciliwung yang berhulu dikawasan Puncak , Kabupaten Bogor dan mengalir sampai ke Jakarta , tampak sudah kumuh, butek dan tercemar beragam sampah maupun limbah.
“Saya kecewa dengan kondisi seperti ini, harusnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung - Cisadane dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
terkait yang ada di Kabupaten Bogor pro Aktif dalam melakukan pengawasan dan pelaksanaan kebersihan Sungai Ciliwung,” ujar Eddy kepada wartawan, Sabtu (26/10).
Persoalan Sampah, limbah rumah tangga ataupun limbah hotel, restoran ataupun industri yang ada di Sungai Ciliwung ini jika dibiarkan begitu saja menurutnya akan menimbulkan bencana banjir di Bogor, Kota Depok dan DKI Jakarta.
“Pengawasan dan pelestarian lingkungan Sungai Ciliwung ini harus digiatkan demi menghindari bencana banjir dan kita jangan alergi untuk turun ke lapangan serta membersihkan sampah maupun limbah," sambung pria asli Sumatera Selatan ini.
Hal yang senada juga diutarakan Tuty Alawiyah, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor yang juga ikut dalan kerja bakti membersihkan sampah di Sungai Ciliwung. Wanita berhijab ini mengaku sangat kecewa dengan dengan banyaknya sampah-sampah di sepanjang Jalan Raya Puncak hingga membuat kumuh dan kotor lingkungan.
“Persoalan sampah dan lingkungan yang kumuh dan kotor ini harus dicarikan solusi terbaik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Kawasan Puncak ini kan destinasi wisata favoriyt hingga kita malu kalaun keadaanya tidak membaik dan kami minta di tahun 2020 ada program kerja yang solutif untuk mengatasi permasalahan diatas," tegas Tuty. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

