100 Hari Kepemimpinan Prabowo-Gibran: Harapan Besar Nova Arianto untuk Kebangkitan Sepak Bola Indonesia

Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, menyuarakan harapannya agar perhatian pemerintah terhadap perkembangan sepak bola tanah air semakin meningkat, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

100 Hari Kepemimpinan Prabowo-Gibran: Harapan Besar Nova Arianto untuk Kebangkitan Sepak Bola Indonesia
100 Hari Kepemimpinan Prabowo-Gibran: Harapan Besar Nova Arianto untuk Kebangkitan Sepak Bola Indonesia

INILAHKORAN,Bandung – Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, menyuarakan harapannya agar perhatian pemerintah terhadap perkembangan sepak bola tanah air semakin meningkat, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Dalam masa kepemimpinan mereka yang akan memasuki 100 hari pertama pada 28 Januari, Nova mengungkapkan optimismenya terhadap arah baru Sepak Bola Indonesia.

Nova, yang akan memimpin skuad muda Indonesia di Piala Asia U-17 2025 pada 3-20 April mendatang, berharap dukungan penuh pemerintah agar timnya dapat mencatat prestasi gemilang, termasuk lolos ke Piala Dunia U-17 2025.

"Yang pasti, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pemerintah tentang perkembangan sepak bola Indonesia dan kita bisa melihat dari sisi infrastruktur, sekarang banyak stadion berkualitas," ujar Nova dikutip dari ANTARA.

Nova menegaskan bahwa dukungan pemerintah sangat krusial untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan sepak bola.

Ia berharap kebijakan dan investasi yang berkelanjutan dapat mendorong timnas Indonesia untuk berprestasi lebih baik di tingkat internasional.

"Harapannya, sepak bola butuh dukungan maksimal dari pemerintah agar sepak bola kita bisa lebih berprestasi," tambahnya.

Dalam Piala Asia U-17 2025, Timnas U-17 Indonesia tergabung di Grup C, bersama Korea Selatan, Afghanistan, dan Yaman.

Nova menyadari bahwa perjalanan timnya di turnamen ini tidak akan mudah, terutama karena Korea Selatan merupakan salah satu raksasa Asia dengan rekam jejak mentereng, termasuk dua kali menjadi juara pada edisi 1986 dan 2002.

Sementara itu, meskipun Afghanistan dan Yaman secara peringkat FIFA berada jauh di bawah Indonesia (masing-masing di posisi 156 dan 158 dunia), Nova menegaskan bahwa mereka tetap lawan yang harus diwaspadai.

Kedua tim tersebut berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-17 dengan status juara grup babak kualifikasi, yang membuktikan kualitas mereka.

"Di usia muda secara kualitas mempunyai kemampuan yang sama. Tinggal siapa yang lebih siap secara mental dan fisik itu yang akan jadi terbaik," tegas Nova.

Menurut pelatih berusia 45 tahun ini, turnamen usia muda memiliki dinamika yang unik, di mana kemampuan teknis antar tim sering kali setara. Kesiapan mental dan fisik menjadi faktor kunci untuk menjadi yang terbaik.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan