104 Tahun Roti Legendaris Tan Ek Tjoan Warnai Bogor, Loyalitas jadi Kunci Sukses
Hadir sejak 1920, Roti Legendaris Tan Ek Tjoan dari Kota Bogor tetap langgeng karena loyalitas yang terpelihara hingga kini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Hadir sejak 1920, Roti Legendaris Tan Ek Tjoan dari Kota Bogor tetap langgeng karena loyalitas yang terpelihara hingga kini.
Tidak hanya konsumen, kesetiaan itu juga hadir dari pegawai dan mitra kerja Roti Legendaris Tan Ek Tjoan, seperti tukang roti gerobak keliling di Bogor.
"Roti Legendaris Tan Ek Tjoan hingga saat ini masih diminati karena loyalitas, baik itu konsumen, pegawai dan mitra kerja. Jadi usaha kami, sudah turun temurun atau sudah 104 tahun dan jika ditanya ke pegawai dan mitra kerja ssperti tukang roti gerobak keliling, anak mereka jadi sarjana karena Roti Tan Ek Tjoan," kata pemilik Roti Legendaris Tan Ek Tjoan Lydia Cynthia Elia kepada wartawan, Minggu 21 Juli 2024.
Lydia menuturkan, Roti Legendaris Tan Ek Tjoan hadir karena berawal dari kesulitan warga Belanda yang ada di Bogor akan keberadaan roti Belanda.
"Kakek kami Tjan Ek Tjoan awalnya usaha depot es, karena warga Belanda kesulitan mendapatkan Roti Belanda, nenek saya Phoa Kie Nio diajarkan membuat roti kadet, roti tawar ala Belanda dan kini berkembang menjadi roti aneka rasa seperti coklat, keju, selai nanas, selai kacang, roti gamblang hingga ice cream. Karena hormat dan menghargai suami, Phoa Kie Nio memberi merk Tan Ek Tjoan pada usaha rotinya," tuturnya.
Lydia yang merupakan istri Hadi D Setiawan ini menerangkan bahwa Roti Tan Ek Tjoan hanya hadir di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek).
"Roti Legendaris Tan Ek Tjoan belum menyanggupi pemasaran ke Bandung Raya karena roti kami tidak memakai bahan atau zat pengawet hingga hanya awet selama tiga hari. Kami juga harus loyal kepada konsumen, hingga rasa, kualitas dan harga benar-benar dijaga," terangnya.
Jika harga bahan baku naik karena situasi ekonomi global, Hadi D Setiawan menambahkan bahwa pihak manajemen Roti Legendaris Tan Ek Tjoan lebih memilih mengurangi jumlah keuntungan.
"Kami lebih memilih margin keuntungan lebih kecil, Roti Legendaris Tan Ek Tjoan kelihatannya aja yang mewah karena awalnya langganan warga Belanda, tetapi jika dibandingkan harga roti di mall, harga roti produksi kami terbilanv murah karena dijual dengan harga Rp9.000 perbuah," tambah Hadi D Setiawan.
Ia menjelaskan, awalnya pabrik Roti Legendaris Tan Ek Tjoan berada di Jalan Surya Kencana nomor 159, Kecamatan Bogor Tengah, kini pabrik dan toko pindah ke Jalan Siliwangi Nomor 176, Bogor Selatan, Kota Bogor.
"Sejak penjualan minyak tanah tidak ada, kami mengganti mesin pembuatan roti atau oven, lalu pabrik dan toko kami pindahkan ke Jalan Siliwangi Nomor 176, Kelurahan Pakuan, Bogor Selatan, Kota Bogor," jelas Hadi D Setiawan.
Ia melanjutkan, istrinya Lydia itu adalah generasi ketiga, dari produksi Roti Legendaris Tan Ek Tjoan. Manajemen, pun membatasi jumlah gerobak roti karena tidak ingin sesama tukang roti bersaing tidak sehat.
"Kami membatasi jumlah gerobak roti yang jumlahnya hanya 80 hingga 100 gerobak dan ketika nanti pun apabila ada penambahan, pasti melibatkan dan hasil berdiskusi antara manajemen dengan mitra kerja. Karena sekali lagi, usaha ini sudah berlangsung turun-temurun, pegawai dan pedagang pun sudah menurunkan kerjaan dan usahanya ke anak cucunya," lanjut Hadi.
Editor : Doni Ramdhani
