1.173 Pelajar Raup Rp483 Juta Lewat Student Company, Siap Wakili RI ke Asia
Sebanyak 1.173 pelajar membukukan omzet Rp483 juta lewat Student Company. Dua tim terbaik akan mewakili Indonesia di kompetisi Asia Pasifik 2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-ekonomi kreatif terus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda, Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, Starbucks Indonesia, dan The Starbucks Foundation mengembangkan program Student Company yang melibatkan ribuan pelajar SMA dan SMK dari berbagai daerah.
Program yang dijalankan melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) tersebut diikuti 1.173 siswa dari 45 sekolah. Selama menjalankan usaha, para peserta berhasil membukukan pendapatan kolektif lebih dari Rp483 juta.
Melalui program ini, para siswa mendirikan 45 perusahaan siswa (Student Company) dan mengelola bisnis secara langsung, mulai dari melakukan riset pasar, mengembangkan produk, menyusun strategi pemasaran, mengatur keuangan, hingga memasarkan produk kepada pelanggan maupun investor.
Puncak kegiatan digelar dalam ajang Prestasi Junior Indonesia Company of the Year (PJI COY) 2026 di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Kompetisi tersebut menampilkan perusahaan siswa terbaik hasil pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik.
Program ini hadir di tengah meningkatnya kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025, sektor ini menyumbang Rp1.757,87 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau tumbuh 6,86 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Selain itu, ekonomi kreatif telah menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja.
Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan wirausaha muda berbasis kreativitas. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah mengubah ide kreatif menjadi inovasi yang bernilai ekonomi.
"Indonesia tidak kekurangan generasi muda kreatif. Tantangannya adalah mengubah kreativitas menjadi inovasi, lalu menjadi produk yang memberi nilai tambah bagi masyarakat," kata Pribadi.
Ia menegaskan, Student Company bukan sekadar simulasi bisnis, melainkan wadah pembelajaran yang mempertemukan pelajar dengan dunia usaha dan mentor profesional sehingga mampu membentuk karakter kepemimpinan dan pola pikir kewirausahaan.
Semangat tersebut tercermin dari sembilan perusahaan siswa yang lolos sebagai finalis PJI Company of the Year 2026. Mereka menghadirkan berbagai inovasi berbasis bahan lokal dan konsep ekonomi sirkular, seperti pemanfaatan pelepah pisang menjadi bioleather, serat daun nanas menjadi perlengkapan rumah tangga, hingga pengolahan tempurung kelapa dan plastik daur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang memiliki semangat kewirausahaan sejak dini.
"Menjadi entrepreneur bukan sekadar mendirikan perusahaan, tetapi memiliki jiwa wirausaha dan tujuan yang jelas. Program seperti Student Company menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi generasi muda," ujar Irene.
Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, mengatakan pengalaman langsung dalam mengelola bisnis menjadi bekal penting bagi para peserta untuk menghadapi tantangan dunia usaha.
"Kami ingin memberikan pengalaman, jejaring dan perspektif nyata mengenai bagaimana sebuah bisnis dibangun, dikembangkan dan mampu bertahan di tengah perubahan," katanya.
Sementara itu, Senior General Manager Corporate Communications PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia), Avolina Raharjanti, menilai inovasi yang berhasil selalu berawal dari kemampuan memahami kebutuhan pelanggan.
"Ketika kreativitas dipadukan dengan empati, pengalaman dan keberanian untuk mencoba, generasi muda akan mampu membangun produk yang relevan dan memiliki daya saing," ujar Avolina.
Dalam ajang PJI Company of the Year 2026, sembilan perusahaan siswa mempresentasikan perjalanan bisnis mereka melalui pameran produk, presentasi perusahaan, dan wawancara bersama dewan juri yang berasal dari kalangan pengusaha serta profesional lintas industri.
Dua perusahaan terbaik nantinya akan mewakili Indonesia pada JA Asia Pacific Company of the Year Competition 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Maret 2027. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk memperkenalkan inovasi dan semangat kewirausahaan di tingkat Asia Pasifik.***
Editor : JakaPermana

