AKSARA Jawa Barat 2026 Dorong 50 UMKM Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja
Program AKSARA Jawa Barat 2026 mendorong sekitar 50 pelaku UMKM mengembangkan bisnis, memperluas pasar, membangun jejaring, dan menciptakan lapangan kerja.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Melalui program AKSARA (Akselerasi Wirausaha) Jawa Barat 2026, pelaku usaha didorong tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menciptakan Lapangan Kerja baru.
Sekitar 50 pelaku usaha dari berbagai sektor mengikuti program tersebut. Peserta berasal dari beragam bidang, mulai dari kuliner, perdagangan, Ekonomi Kreatif, platform digital, fesyen, kesehatan, pendidikan, akomodasi, industri hingga pertanian.
Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan pengembangan kewirausahaan perlu bertumpu pada kekuatan dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
Menurutnya, potensi lokal dapat menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bagaimana kita mengembangkan potensi-potensi lokal, atau istilahnya gaspol, gunakan potensi lokal,” ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Dedi menilai tantangan pelaku usaha saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk berkualitas. Pelaku UMKM juga perlu membangun model Bisnis yang kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Karena itu, program AKSARA Jawa Barat 2026 dirancang tidak sebatas memberikan materi pelatihan. Program tersebut juga diarahkan untuk membuka akses jejaring Bisnis serta peluang kolaborasi bagi para pelaku usaha.
Menurut Dedi, produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Barat harus mampu menembus pasar yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada konsumen lokal.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemanfaatan Produk Lokal dalam berbagai kegiatan, termasuk belanja pemerintah yang memungkinkan, perlu terus diperluas. Langkah ini dinilai dapat memberikan ruang promosi sekaligus mendorong peningkatan permintaan terhadap produk UMKM.
Lebih lanjut, Dedi mengatakan keberhasilan UMKM untuk naik kelas dapat memberikan dampak berantai terhadap perekonomian Jawa Barat.
Ketika sebuah usaha berkembang, kebutuhan terhadap tenaga kerja baru akan meningkat. Pertumbuhan tersebut juga dapat memperkuat rantai pasok dan menggerakkan berbagai sektor pendukung lainnya.
“Harapannya, Jawa Barat memiliki semakin banyak Wirausaha baru yang naik kelas. Ketika usaha berkembang, maka akan muncul kebutuhan tenaga kerja baru dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap perekonomian daerah,” katanya.***
Editor : JakaPermana

