Sumpia Udang Cirebon Tembus Pasar Palembang, Produksi UMKM Maksum Capai 1 Ton Sehari

UMKM sumpia udang asal Talun Cirebon mampu produksi 1 ton per hari dan menembus pasar Palembang hingga Jawa Timur. Kini membidik pasar ekspor.

Sumpia Udang Cirebon Tembus Pasar Palembang, Produksi UMKM Maksum Capai 1 Ton Sehari
Maksum tengah melayani kepada pelanggan di lokasi produksi sumpia udang miliknya di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Usaha tersebut mampu memproduksi hingga satu ton sumpia per hari. Maman Suharman

INILAHKORAN.ID – Usaha sumpia udang milik Maksum di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mampu mencatatkan produksi hingga satu ton per hari. Camilan berbahan udang rebon tersebut kini dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur hingga Palembang.

Maksum telah menekuni usaha sumpia udang sejak tahun 2000. Dalam perjalanannya, proses produksi yang semula dikerjakan secara sederhana mulai didukung peralatan semi modern untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.

“Saya mulai produksi sejak tahun 2000. Dulu masih sederhana, sekarang sudah menggunakan alat semi modern supaya produksinya bisa lebih banyak,” kata Maksum, Selasa, (8/9/2026).

Kapasitas produksi yang mencapai satu ton per hari turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga dilibatkan dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan.

Sumpia tersebut dibuat menggunakan tepung terigu, tepung panir, rempah-rempah, dan udang rebon. Perpaduan bahan itu menghasilkan camilan berukuran kecil dengan tekstur renyah serta cita rasa gurih, asin, dan sedikit manis.

Pasar sumpia udang produksi Maksum tidak hanya berada di wilayah Cirebon. Produk tersebut telah dikirim ke Blitar, Kediri, Tuban, Gresik, Surabaya, Lamongan, hingga Palembang.

“Kami bukan hanya melayani permintaan pasar di sekitar Cirebon, tetapi juga sudah merambah berbagai daerah,” ujarnya.

sumpia udang tersebut dijual seharga Rp115 ribu untuk setiap kemasan atau ball dengan berat sekitar lima kilogram. Luasnya wilayah pemasaran membuat kesinambungan produksi dan distribusi menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.

Namun, Maksum mengaku masih menghadapi kendala ketersediaan bahan baku dan pengiriman produk. Gangguan pasokan bahan dapat memengaruhi produksi, sedangkan pemasaran ke luar daerah membutuhkan jaringan distribusi yang lancar.

Di tengah berbagai kendala tersebut, Maksum menargetkan produknya dapat menembus pasar internasional. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan pendampingan serta fasilitasi ekspor kepada pelaku UMKM.

“Saya berharap produksi sumpia ini bisa terus berkembang. Kalau bisa, kami difasilitasi untuk ekspor supaya UMKM mampu bersaing di pasar luar negeri,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Talun menilai usaha sumpia udang tersebut menjadi salah satu potensi ekonomi lokal yang perlu dikembangkan. Camat Talun, Agustino Alamsyah, mengatakan wilayahnya memiliki banyak pelaku UMKM dari sektor kuliner, kerajinan, dan produk kreatif.
Sebagai upaya memperluas promosi produk lokal.

Pemerintah Kecamatan Talun bersama kelompok pemuda tengah menyiapkan kegiatan car free day. Kegiatan tersebut akan menjadi ruang pemasaran bagi pelaku UMKM sekaligus tempat beraktivitas bagi masyarakat.

“Melalui kelompok pemuda Talun, kami akan membuat kegiatan car free day untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM,” ujar Agustino.

Menurut Agustino, ruang promosi diperlukan agar produk buatan masyarakat lebih dikenal dan memiliki pasar yang semakin luas. Kegiatan itu juga akan diarahkan untuk mendukung pengembangan desa wisata di Kecamatan Talun.

“Selain mendukung UMKM, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat potensi desa wisata di Kecamatan Talun,” paparnya.

Pemerintah Kecamatan Talun berharap produk UMKM dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata setempat. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya mendatangi destinasi, tetapi juga membeli produk khas yang dibuat masyarakat.

Usaha sumpia udang yang dirintis Maksum selama lebih dari dua dekade menunjukkan potensi industri rumahan dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian warga. Setelah merambah pasar antardaerah, produk asal Talun itu kini membidik peluang untuk masuk ke pasar ekspor. 


Editor : Ahmad Sayuti