1,6 Juta Pemilih Tidak Gunakan Hak Pilihnya di Pilbup Bogor 2024, Ketua KPU Minta Maaf
Minimnya jumlah pasangan cabup-cawabup Bogor dan kurang ketatnya persaingan di antara mereka diduga mengurangi partisipasi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Minimnya jumlah pasangan cabup-cawabup Bogor dan kurang ketatnya persaingan di antara mereka diduga mengurangi partisipasi masyarakat.
Pada Pilbup Bogor 2018 lalu, dengan jumlah lima pasangan cabup-cawabup Bogor, angka partisipasi lebih tinggi yaitu 69,9 persen.
Sementara, pada Pilbup Bogor 2024 dengan dua pasangan cabup-cawabup Bogor, angka partisipasi turun 11 hingga 12 persen yaitu di angka 58 persen atau sebanyak 2,3 juta jiwa saja yang menggunakan hak pilihnya dari total daftar pemilih tetap (DPT) 3,9 juta jiwa.
Informasi yang didapat dari KPU Kabupaten Bogor, jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak piihnya sebanyak 1,6 juta jiwa.
"Karena hanya dua pilihan atau pasangan cabup-cawabup Bogor, masyarakat jadi tidak banyak memiliki pilihan dan mungkin banyak dari mereka (melalui akun sosial medianya) yang memprediksi bahwa salah satu pasangan pasti memenangkan Pilbup Bogor 2024," kata Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhamad Adi Kurnia kepada wartawan, Kamis 5 Desember 2024.
Adi Muhamad Kurnia menuturkan fenomena turunnya angka partisipasi pemilih ini terjadi di seluruh daerah dan di semua tingkatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.
"Animo masyarakat yang kurang ini terjadi di semua daerah, bahkan partisipasi pemilih Pilkada di Kabupaten Bogor lebih tinggi ketimbang Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bekasi," tututnya.
Ia pun meminta maaf atas rendahnya partisipasi Pilbup Bogor 2024, apalagi target angka partisipasi pemilih oleh KPU Kabupaten Bogor di angka 85 persen.
"Kami memohon maaf, dan kita bersama pemerintah daerah dan lainnya sudah berupaya meningkatkan partisipasi pemilih, bahkan KPU Kabupaten Bogor memotivasi diri dengan menargetkan 85 persen pemilih di Pilbup Bogor 2024 namun ternyata tujuan baik itu tidak tercapai," imbuhnya.
Editor : Doni Ramdhani

