1.820 Anggota Pramuka Kabupaten Cirebon Ikuti JOTA-JOTI 2026
Sebanyak 1.820 anggota Pramuka Kabupaten Cirebon mengikuti JOTA-JOTI 2026 untuk belajar komunikasi radio, layanan darurat, dan kesiapsiagaan bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 1.820 anggota Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon mengikuti pelatihan komunikasi radio melalui kegiatan Jamboree on the Air (Jota) dan Jamboree on the Internet (Joti) 2026. Selain mengenalkan teknologi komunikasi, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menghadapi situasi darurat, termasuk ketika terjadi bencana.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 itu dipusatkan di halaman Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Kecamatan Plumbon. Pelaksanaannya melibatkan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Cirebon.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon sekaligus Kepala Dinas Pendidikan, H Ronianto, mengatakan, penguasaan teknologi komunikasi menjadi salah satu keterampilan yang perlu dimiliki anggota Pramuka di tengah perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, kegiatan JOTA-JOTI memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari sistem komunikasi sekaligus menjalin hubungan dengan anggota Pramuka lainnya.
“Kami berharap anggota Pramuka dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun persahabatan dan menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda,” ujar Ronianto, Sabtu (17/10/2026).
Ronianto menilai, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter anggota Pramuka. Karena itu, pengenalan teknologi komunikasi juga diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dan kepedulian sosial peserta.
“Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepramukaan. Kami ingin peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mandiri, disiplin, dan peduli terhadap sesama,” katanya.
Sementara itu, Ketua ORARI Lokal Kabupaten Cirebon, H Iman Supriadi (YB1NLM), menjelaskan, peserta memperoleh sejumlah materi mengenai tata cara pengoperasian komunikasi radio amatir.
Materi tersebut mencakup Operating Procedure Net Control Station (NCS), praktik komunikasi radio atau QSO menggunakan pita frekuensi 2 meter, 40 meter, dan 80 meter, serta kegiatan pencarian sinyal radio atau fox hunting.
“kami mengenalkan berbagai teknik komunikasi radio kepada anggota Pramuka, mulai dari prosedur komunikasi melalui Net Control Station, praktik komunikasi radio amatir, hingga kegiatan fox hunting,” ungkap Iman.
Dia menjelaskan, keterampilan mengoperasikan perangkat radio memiliki manfaat dalam mendukung komunikasi ketika terjadi gangguan jaringan telekomunikasi.
Terutama dalam kondisi bencana, penggunaan radio amatir dapat menjadi alternatif untuk membantu penyampaian informasi dan koordinasi penanganan keadaan darurat.
“Radio amatir dapat menjadi sarana komunikasi alternatif saat jaringan telekomunikasi terganggu, terutama untuk mendukung koordinasi dan penyampaian informasi ketika terjadi bencana,” ujar Iman.
Selain praktik komunikasi radio, peserta juga mendapatkan pengenalan layanan komunikasi darurat atau emergency service. Materi tersebut difokuskan pada pemanfaatan perangkat radio sebagai sarana pendukung koordinasi ketika jaringan komunikasi umum tidak berfungsi.
Dia menambahkan, tidak hanya kegiatan teknis, penyelenggara juga mengagendakan perkemahan bersama pada Sabtu dan Minggu, 17–18 Oktober 2026. Kegiatan perkemahan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepramukaan untuk meningkatkan kemandirian, kedisiplinan, serta mempererat hubungan antarpeserta.
"Perkemahan bersama ini bertujuan meningkatkan kemandirian, kedisiplinan, serta mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka.” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
