7.200 Pelari Ramaikan MILO ACTIV Indonesia Race 2026 Bandung, Dongkrak Sport Tourism

Riuan peserta memludak dalam kegiatan MILO ACTIV Indonesia Race atau MILO Run 2026 Bandung

7.200 Pelari Ramaikan MILO ACTIV Indonesia Race 2026 Bandung, Dongkrak Sport Tourism
Antusiasme peserta MILO ACTIV Indonesia Race atau MILO Run 2026 Bandung yang diikuti 7.200 pelari di Kota Bandung, pada Minggu (19/7/2026)///Adam Husein
Banner bank bjb

INILAHKORAN.ID - Antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari terus meningkat. Hal itu tercermin dari membludaknya peserta MILO ACTIV Indonesia Race atau MILO Run 2026 Bandung yang diikuti 7.200 pelari di Kota Bandung, Minggu (19/7/2026).

Angka tersebut naik signifikan, dibanding tahun sebelumnya. Bandung menjadi kota ketiga dalam rangkaian MILO Run 2026 setelah Yogyakarta dan Medan. Setelah Kota Kembang, ajang ini akan berlanjut ke Surabaya sebelum ditutup di Jakarta.

Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban mengatakan, peningkatan jumlah peserta menjadi bukti semakin tingginya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan olahraga lari.

Dalam event ini, para peserta terbagi dalam dua kategori, yakni lari 5 kilometer dan Family Run sejauh 2,5 kilometer.

"Yang menarik tahun ini, jumlah peserta meningkat menjadi 7.200 pelari. Mereka terbagi dalam dua kategori, yaitu lari 5 kilometer dan Family Run sejauh 2,5 kilometer," ujar Alaa usai acara di Balai Kota Bandung.

Ia menilai, Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi sport tourism nasional. Selain didukung cuaca yang relatif nyaman, kota ini juga memiliki komunitas olahraga yang terus tumbuh dan didominasi kalangan muda.

"Kami melihat antusiasme dan partisipasi masyarakat terhadap olahraga terus meningkat. Selain itu, kami percaya Bandung memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism di Indonesia," ungkap Alaa.

Ia menambahkan, tingginya jumlah anak muda dan mahasiswa di Bandung menjadi alasan kuat perusahaan memilih Kota Kembang sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan.

"Bandung juga memiliki populasi anak muda dan mahasiswa yang sangat aktif. Kami ingin mendorong mereka menjalani gaya hidup aktif," katanya.

Di tengah menjamurnya event lari di berbagai daerah, MILO Run mengusung konsep yang berbeda melalui kategori Family Run. Program ini dirancang untuk membangun budaya olahraga dalam lingkungan keluarga sejak usia dini.

"Yang unik dari MILO Run, termasuk di Bandung, adalah adanya kategori Family Run. Kami ingin mengedukasi keluarga agar berolahraga bersama," ujar Alaa.

Ia menilai pemandangan ayah, ibu, dan anak berlari bersama menjadi nilai tambah yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat hubungan keluarga.

"Di Bandung, kita bisa melihat ayah, ibu, dan anak-anak berlari bersama. Hal ini memperkuat ikatan keluarga sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini," tuturnya.

Selain mendorong gaya hidup sehat, ajang lari berskala nasional ini juga dinilai memberi dampak ekonomi bagi daerah penyelenggara. Banyak peserta datang dari luar Bandung sehingga ikut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner hingga pelaku UMKM.

"Ajang seperti ini memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Banyak peserta datang dari luar Bandung sehingga turut menggerakkan sektor perhotelan, restoran, hingga UMKM yang kami libatkan dalam acara," kata Alaa.

Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari Bandung Raya, tetapi juga dari Jakarta, Karawang dan sejumlah daerah lainnya. Bahkan pada penyelenggaraan sebelumnya di Yogyakarta terdapat peserta dari luar negeri yang ikut berpartisipasi.

"Mengenai MILO Run, selama 13 tahun terakhir kegiatan ini terus berlangsung tanpa terputus. Setiap tahun kami menyelenggarakan MILO Run," tegas Alaa.

Selain lari, perusahaan juga aktif mendukung berbagai cabang olahraga melalui kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, kompetisi bulu tangkis, Liga Mahasiswa (LIMA), MILO Football Championship hingga FIBA.

"Komitmen kami adalah terus mendorong masyarakat Indonesia agar aktif berolahraga. Ke depan mungkin kota penyelenggara bisa berubah, tetapi kota-kota utama seperti Bandung kemungkinan besar akan tetap menjadi bagian dari rangkaian MILO Run," ujarnya.

Sisi lain, peserta berharap penyelenggaraan tahun depan dapat menghadirkan rute yang lebih panjang agar pengalaman berlari semakin menantang.

Salah satu peserta, Syafitri menilai penyelenggaraan acara berjalan baik, namun kepadatan peserta membuat ritme lari kurang maksimal.

"Acara ini bagus. Overall semuanya bagus, apalagi diikutsetakannya banyak banget. Cuman mungkin untuk tahun depan, jangan terlalu banyak. Jadi larinya tuh pelan banget gitu. Ya, pengennya rada cepat gitu. Padat gitu, jadi mungkin rutenya dipanjangin jadi 7 kilometer biar lebih seru lagi," katanya. 


Editor : Ahmad Sayuti