Adu Nyali Offroader Nusantara di Super Adventure Monster Road 2020

Sebanyak 27 Offroader dari berbagai daerah di Indonesia, beradu nyali atau keberanian pada seri pertama Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020 di Kota Banjar. Mereka, dituntut untuk memacu kendaraan dengan cepat dalam melewati rintangan Offroad non permanent yang ekstrim.

Adu Nyali Offroader Nusantara di Super Adventure Monster Road 2020
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Sebanyak 27 Offroader dari berbagai daerah di Indonesia, beradu nyali atau keberanian pada seri pertama Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020 di Kota Banjar. Mereka, dituntut untuk memacu kendaraan dengan cepat dalam melewati rintangan Offroad non permanent yang ekstrim.

Raungan mesin mobil pun terdengar sangar di sirkuit yang dibuat pada lapangan seluas 150 meter persegi di depan terminal Kota Banjar. Teriakan ratusan penonton pun terdengar riuh di sekitar sirkuit.

Salah satu pembalap monster road asal Yogyakarta, Fatya Nurrahman (28) mengatakan, nyali adalah modal utama dalam melewati rintangan di sirkuit yang dibuat khsuus dalam seri pertama Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020 di Kota Banjar. Selain itu, perhitungan yang matang dalam melewati rintangan juga harus dilakukan oleh para pembalap.

"Masalahnya lebih ke nyali, jujur saya takut saat pertama, tapi kalau nyali kuat yaudahlah ga usah mikir yang lain. Lebih ke mental, hasil nomor sekian, berani fight," ucap Fatya di Sirkuit Non Permanen seri pertama Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020, Lapangan Depan Terminal, Kota Banjar, Sabtu (14/3/2020) malam.

Fatya yang pertama kali mengukuti Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020, mengaku kagum dan takjub dengan rintangan yang dibuat oleh pihak penyelenggara. Pasalnya, Dia menilai sirkuit tersebut memiliki rintangan yang sangat ekstrim dan membuat detak jantung para pembalap berpacu lebih kencang.

Lebih lanjut, sambung Fatya, dirinya yang terbiasa bermaim Offroad Adventure pun mengaku cukup kesulitan dalam menaklukan sirkuit Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020.

"Ini keikutsertaan yang pertama kali, dan hasilnya sangat keren, treknya juga keren, saya suka,"ujar Fatya.

"Sebelumnya saya main offroad adventure. Perbedaanya di segi trek adventure itu lebih ke alam tapi ini bikinan dan trek yang ga bisa ditebak. Jadi kita harus main dengan hati-hati dan perhitungan yang matang," sambungnya.

Senada dengan Fatya, pembalap muda asal Kota Semarang di kelas Rokie, Evan Andi Prmaudya Ishak menuturkan, nyali atau keberanian adalah kunci untuk melewati rintangan di sirkuit seri pertama Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020 Kota Banjar.

Pemuda berumur 20 tahun itu mengungkapkan, dirinya tertantang untuk mengikuti Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020 karena terdapat kelas baru yaitu kelas Rookie. Kelas Rokie merupakan kelas paling bawah dalam gelaran event tersebut, usia para peserta pun rata-rata dibawah 25 tahun.

"Mau coba yang baru, ini monster road ada kelas rokie jadi saya ingin merasakan kelas rokie, sebelumnya saya cuma offroad aja ga kompetisi," ungkap Evan.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara dari Genta Autosport Abed Nego Antoro mengatakan, gelarang Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020 memiliki perbedaan mencolok dibandingkan tahun sebelumnya. Diantarnya, terdapat dua rintangan baru yang dinilai dapat memacu adrenalin para peserta.

Oleh karena itu, Abed mewajarkan jika nyali para peserta terasa ditantang dalam gelaran event tahun ini. Pasalnya, terdapat rintangan ekstrim di sirkuit tanah tersebut. Diantaranya, jumping mobil, double jumping mobil, superball Glugu, jungkat jungkit, ekstrim superwall.

"Sirkuit tahun ini kita membuat dua rintangan baru yaitu ekstrim super wall dan superball Glugu seperti pohon kelapa gitu ditempel di tanah," Kata Abed.

Perbedaan mencolok lainnya, lanjut Abed, yaitu pada sisi entertainment atau hiburan di sekitar sirkuit. Terdapat konser musik Nasa Band, Band PSK (Pemuda Suka Klabing), dan performa dari band Shaggy Dog.

Selain itu, terdapat juga permainan menarik persembahan dari Super Adventure dan Parkia. Diantaranya, Monster Ramp, yaitu arena bermain skateboard, termasuk pelatihan bermain BMX, dari pemain BMX profesional di Indonesia.

"Untuk entertaint nya kita ada frestyle BMX dan Skateboard, juga ada grafiti, pajangan mobilnya kita tidak semua dari pajero kita menampilkan mobil yang unik," tutur Abed.

Saat disinggung jumlah kelas dalam gelaran Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020. Abed menyebutkan, terdapat satu kelas baru pada tahun ini, yaitu kelas Rookie dengan usia peserta dibawah 25 tahun dan bermobil 1000cc.

Menurutnya, kelas Rookie merupakan upaya panitia dalam mendukung regenerasi dalam dunia Offroad. Hal itu dikarenakan, dunia Offroad kerap kali diisi oleh orang-orang yang memiliki usia tidak muda dan mapan.

"Kelas tetep sama kita main di 1000cc, under 2500cc, upper 2500cc, tambahan itu tahun ini satu kelas rokie di 1000cc," ungkap Abed.

"Rokie kita mencari bibit muda, karena kita tau offroader yang main ini kebanyakan yang sudah lebih tua dan mapan, biar anak muda lebih senang ke offroad," lanjut Abed.

Abed menambahkan, antusiasme peserta cukup baik pada gelaran tahun ini. Terdapat 27 peserta dari berbagai daerah yang turut serta, termasuk di kelas Rookie.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar di 12 Kota di Indonesia, Super Adventure Monster Road (SAMR) 2020 akan digelar hanya di 8 Kota. Meski begitu, Abed mengaku optimis animo akan gelaran Offroad tersebut tidak akan surut.

"Kita optimis pasti akan meriah terus, ini seri pertama di Kota Banjar, untuk tahun ini kita main di 8 Kota," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)


Editor : Doni Ramdhani