Adzikry Geser Posisi Abdul Aziz di Persib Bandung
Adzikry geser posisi Abdul Aziz di Persib Bandung. Itu terjadi saat tim berjulukan Maung Bandung ini berhadapan dengan Persis Solo, 4 Februari 2024 lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Adzikry geser posisi Abdul Aziz di Persib Bandung. Itu terjadi saat tim berjulukan Maung Bandung ini berhadapan dengan Persis Solo, 4 Februari 2024 lalu.
Nama Adzikry muncul dalam daftar pemain cadangan Persib Bandung. Meski tidak dimainkan, tapi keberadaannya membuat nama Abdul Aziz menghilang.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak memiliki alasan untuk memasukan Adzikry dalam daftar pemain cadangan saat melawan Persis Solo dibandingkan Abdul Aziz. Menurutnya, pemain mudanya itu pantas mendapatkannya.
“Dia (Adzikry) pantas. Dia berlatih dengan bagus dan bermain dengan bagus juga melawan Dewa United (uji coba). Dia bekerja dengan sangat keras di latihan,” kata Bojan Hodak di Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu, 11 Februari 2024.
Sementara mengenai Abdul Aziz, pelatih asal Kroasia ini menilai pemilik nomor punggung 8 itu tidak menunjukan kerja keras. Alhasil, dia memilih Adzikry untuk disiapkan sebagai pemain cadangan saat melawan Persis Solo.
“Aziz yang bermain di posisinya tidak berlatih sekeras dia dan pada kasus ini, ini jadi keuntungan bagi Adzikry dan dia pantas,” bebernya.
Kondisi ini, lanjutnya, menjadi hal yang lumrah dalam dunia sepak bola. Ini juga terjadi pada Marc Klok yang hanya bermain sebagai pemain pengganti pada laga yang berakhir dengan skor 2-2 tersebut.
“Dia (Marc Klok) adalah kapten, tapi dia baru kembali dari Qatar, sedangkan Ezra bekerja dengan baik di latihan, dia bekerja keras dan dia pantas untuk menjadi starter di pertandingan,” jelasnya.
Namun Marc Klok akui pada laga tersebut, Persib Bandung hanya mampu meraih hasil imbang. Menurutnya, itu terjadi karena tidak ada sosok Nick Kuipers yang harus absen karena akumulasi kartu kuning.
“Hanya ada beberapa kesalahan individual dan tidak ada Nick, karena dia adalah pemimpin di pertahanan. Alberto merupakan pemain yang bagus, tapi dia bukan sosok pemimpin karena kendala bahasa. Jadi itu menjadi masalah ketika Nick absen karena dia adalah sosok pemimpin dan mengorganisasi pertahanan,” katanya.
Karena itu, dia berharap para pemainnya bisa lebih kerja keras dalam latihan. Sehingga kesempatan untuk bermain bisa didapatkan.
“Energi, gaya bermain, kerja keras, tapi lebih pada kerja keras. Aziz jika ingin tampil, dia harus lebih bekerja keras di latihan. Latihan adalah satu-satunya hal, hanya ini cara untuk membuat saya, memaksa saya untuk memainkannya,” pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

