Ajang Ramdani Pimpin IKA SMANCIKA 2026–2029, Siapkan Pengabdian Lintas Generasi

Ajang Ramdani dipercaya memimpin IKA SMANCIKA periode 2026–2029 dengan agenda penguatan organisasi dan program Pengabdian Lintas Generasi.

Ajang Ramdani Pimpin IKA SMANCIKA 2026–2029, Siapkan Pengabdian Lintas Generasi
Alumni lintas generasi foto bersama usai mengikuti saresehan dan silaturahmi IKA SMANCIKA di RM Saung Gunung Djati, Jumat (25/9/2026). Istimewa

INILAHKORAN.ID - Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Cikatomas (IKA SMANCIKA) memasuki babak baru setelah kepengurusan periode 2026–2029 resmi terbentuk. Alumni angkatan 2007, Ajang Ramdani, dipercaya menakhodai organisasi yang menghimpun lulusan SMAN 1 Cikatomas tersebut.

Ajang yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus dosen di Universitas Islam Tasikmalaya itu terpilih dalam rangkaian sarasehan dan silaturahmi alumni di RM Saung Gunung Djati, Jumat (25/9/2026).

Pertemuan lintas generasi tersebut mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Alumni untuk SMAN 1 Cikatomas yang Lebih Maju”. Proses pemilihan ketua berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Setelah dipercaya memimpin, Ajang langsung menyiapkan sejumlah agenda pembenahan internal. Penguatan struktur kepengurusan, legalitas organisasi, serta penyempurnaan AD/ART menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola IKA SMANCIKA yang lebih tertata.

Ketua Majelis Pertimbangan Alumni IKA SMANCIKA Aripin, alumni angkatan 1988, menilai penguatan kelembagaan penting agar organisasi mampu menaungi alumni dari berbagai generasi.

“IKA SMANCIKA harus menjadi rumah besar bagi seluruh alumni. Kelembagaan dan legalitas organisasi perlu diperkuat agar memiliki landasan yang jelas untuk berkembang,” ujar Aripin, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Aripin, alumni SMAN 1 Cikatomas kini tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang pekerjaan yang beragam. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi organisasi untuk menjaga hubungan antarlulusan.

“Amanah ini tentu bukan tanggung jawab yang ringan. Alumni kita tersebar di berbagai daerah dan sektor dengan latar belakang yang sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana semua itu dapat dipersatukan dalam semangat kebersamaan sebagai keluarga besar SMAN 1 Cikatomas,” sambungnya.

IKA SMANCIKA Jadi Rumah Bersama Alumni

Bagi Ajang, perbedaan profesi dan kondisi kehidupan para alumni tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap terhubung melalui IKA SMANCIKA.

“Alumni adalah rumah kita bersama. Apa pun profesinya, di mana pun bekerja, dan bagaimana pun kehidupannya sekarang, semuanya memiliki tempat yang sama,” ujar Ajang.

Ia mengatakan, hubungan antarlulusan memiliki ikatan emosional yang terbentuk dari pengalaman selama menjadi siswa. Karena itu, organisasi alumni tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga ruang untuk kembali mengingat kebersamaan semasa sekolah.

“Ketika kembali sebagai alumni, kita tidak melihat siapa kita hari ini. Kita kembali mengingat masa ketika pernah duduk, belajar, bercanda, dan tumbuh bersama di SMAN 1 Cikatomas. Semangat itulah yang ingin kita hidupkan kembali,” tuturnya.

Selain pembenahan organisasi, kepengurusan baru IKA SMANCIKA juga menyiapkan program Pengabdian Lintas Generasi. Program tersebut akan melibatkan alumni dari berbagai angkatan dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Pelaksana Sarasehan Elina Octavia mengatakan, kehadiran alumni dari sejumlah generasi menunjukkan hubungan kekeluargaan dengan almamater masih terjaga.

“Kebersamaan ini menunjukkan bahwa rasa kekeluargaan dan kecintaan terhadap almamater tetap terjaga,” kata Elina.

Ia berharap dukungan para alumni dapat menjadi kekuatan bagi kepengurusan baru dalam menjalankan berbagai program sekaligus menjaga hubungan antarlulusan.

“Dukungan dari para alumni dan semua pihak menjadi energi penting untuk semakin memperkuat kebersamaan IKA SMANCIKA,” pungkasnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2029, IKA SMANCIKA membawa agenda yang lebih luas dari sekadar pertemuan alumni. Organisasi tersebut diarahkan menjadi wadah untuk menjaga hubungan lintas angkatan, memperkuat solidaritas, serta membuka ruang kontribusi bagi alumni, almamater, dan masyarakat.


Editor : Ahmad Sayuti