Ambisi Zero Sampah yang Dibuang ke TPA Sarimukti, Pemkot Cimahi Targetkan Dua Tahun Tercapai
Berbagai langkah pun disiapkan agar ambisi zero sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti tersebut bisa diwujudkan dalam kurun waktu dua tahun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berambisi agar bisa mencapai zero sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berbagai langkah pun disiapkan agar ambisi zero sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti tersebut bisa diwujudkan dalam kurun waktu dua tahun.
"Langkah yang mesti kami lakukan tentu dengan melakukan pemilahan sampah dari sumber, mulai dari rumah tangga, industri hingga sumber produksi lainnya," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini belum lama ini.
Chanifah menilai, upaya tersebut harus dilakukan secara perlahan-lahan dan masif dari sumbernya.
"Baik di rumah tangga maupun sejumlah kawasan yang dilayani oleh pemkot seperti industri, pasar dan lain sebagainya. Itu yang harus kita lakukan," ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya pun bakal menyiapkan beberapa tempat pembuangan sampah sementara (TPS) untuk dijadikan lokasi mengolah sampah organik maupun anorganik.
Adapun TPS yang sudah pihaknya tentukan, antara lain di Pasar Atas, Leuwigoong dan Cibeber.
"Nantinya, alatnya pun akan kita siapkan. Sehingga, semua persoalan sampah organik bisa selesai di wilayah," tuturnya.
"Kalau tidak bisa habis di lokasi masing-masing, nanti dikirim ke TPS untuk ditreatment di TPS itu organik," sambungnya.
Rencananya, kata Chanifah, pihaknya bakal membeli lima unit alat pemilah dan pencacah sampah yang anggarannya berasal dari biaya tak terduga (BTT).
Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan mengingat kondisi saat ini sedang darurat pengelolaan sampah.
"Dengan alat tersebut nanti kita akan pilah antara sampah organik dan anorganik. Kemudian, untuk sampah organiknya akan dicacah," tuturnya.
"Jadi sampah organik yang tidak bisa selesai di wilayah dikumpulkan ke kita dan nanti kita yang akan cacah," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
