Ancaman Hanyut dan Tenggelam di Sungai, BPBD Kabupaten Bogor Imbau Warga Waspada
Di masa tanggap darurat, BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat akan bahaya bencana hanyut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di masa tanggap darurat, BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat akan bahaya bencana hanyut.
Di masa perpanjangan tanggap darurat dan ancaman bencana hidrometeorologi sudah tiga orang menjadi korban bencana hanyut. Dua orang warga Kecamatan Sukaraja dan satu orang warga Kecamatan Bojonggede.
"Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor agar berhati-hati akan bahaya bencana hanyut, satu orang lansia dan dua orang lainnya balita," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Muhamad Adam Hamdani kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Adam menuturkan, bencana hanyut terjadi bisa karena kelalaian atau karena faktor bencana alam banjir.
Untuk itu, kepada warga dia mengimbau agar memperhatikan saluran air di lingkungan masing-masing.
"Bagi warga yang tinggal di sepadan kali atau sungai, untuk bergotong royong memagar dengan kayu atau memberikan batasan di bantaran sungai agar anak-anak tidak mudah main di kali atau sungai," tutur Adam.
Selain itu, got atau saluran air dirumah untuk ditutup hingga ketika terjadi hujan, anak-anak tidak jatuh ke saluran air yang tersamar dengan genangan air.
"Warga pun diminta gotong royong untuk kerja bakti membersihkan sampah lingkungaannya, hingga air tidak meluap ke jalanan dan awasi anak hingga lansia ketika hujan hingga menghindari bahaya bencana hanyut maupun tenggelam," tambahnya.
Dia menjelaskan, angka bencana hanyut atau tenggelam tiap tahunnya tidak sedikit. Per tahun, jumlah korban bencana hanyut atau tenggelam itu tercatat paling sedikit 11 orang dan paling banyak bisa mencapai 27 orang.
Editor : Doni Ramdhani
