2 Pelajar Hanyut Ditemukan Tewas di Sungai Cisanggarung, Pencarian Resmi Dihentikan

Proses pencarian dua pelajar yang hanyut akhirnya dihentikan setelah ditemykan tewas di Sungai Cisanggarung

2 Pelajar Hanyut Ditemukan Tewas di Sungai Cisanggarung, Pencarian Resmi Dihentikan
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gebang, Lettu Laut (S) Nurhayat saat berada di kamar jenazah, Jumat (24/4/2026). 2 Pelajar yang hanyut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Cisanggarung, dan operasi pencarian pun resmi dihentikan. Maman Suharman

INILAHKORAN.ID - Tim gabungan akhirnya menemukan dua pelajar yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Cisanggarung, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jumat (24/4/2026). Setelah kedua korban berhasil dievakuasi, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) resmi ditutup.

Korban pertama, Ahmad Aditia (15), siswa SMP PGRI Babakan asal Desa Pakusamben, ditemukan lebih dulu pada Kamis malam kemarin sekitar pukul 21.30 WIB. Jasadnya terlihat mengambang tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam, tepatnya di wilayah Desa Waled Desa.

Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan warga yang tengah melakukan pemantauan di sekitar bantaran sungai.

“Awalnya kami kira hanya kantong plastik. Tapi setelah disorot senter, terlihat seperti rambut, dan kami langsung yakin itu korban,” ujar Wana, warga setempat.

Proses evakuasi korban pertama sempat mengalami hambatan karena kondisi tebing yang curam dan minim penerangan. Tim kemudian mengevakuasi jenazah menggunakan kendaraan patroli menuju RSUD Waled.

Sementara itu, korban kedua, Dani Hakim (15), pelajar asal Desa Kudumulya, ditemukan pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.40 WIB. Korban ditemukan mengambang di aliran Sungai Cisanggarung wilayah Desa Waled Kota, berjarak sekitar lima kilometer dari titik kejadian awal.

Tim gabungan segera melakukan evakuasi sekitar pukul 06.00 WIB, sebelum jenazah dibawa ke RSUD Waled. Seluruh peralatan SAR kemudian ditarik, dan operasi resmi dihentikan melalui apel penutupan pada pukul 08.00 WIB.

Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gebang, Lettu Laut (S) Nurhayat, yang memimpin langsung operasi tersebut, memastikan pencarian telah dilakukan secara maksimal.

“Seluruh unsur sudah bekerja optimal, mulai dari penyisiran menggunakan perahu karet hingga penyelaman di titik-titik yang dicurigai,” ujarnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Basarnas, PMI, serta masyarakat setempat. Pada hari pertama pencarian, tim menyisir area sungai sejak pagi hingga sore hari.
Sebelum, akhirnya korban pertama ditemukan pada malam hari oleh warga yang turut membantu pencarian.

Pencarian dilanjutkan pada Jumat dini hari hingga akhirnya korban kedua berhasil ditemukan. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai.

Pihak berwenang mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar, untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran Sungai Cisanggarung. Selain arus yang cukup deras, sejumlah titik di sungai tersebut juga memiliki kedalaman yang berpotensi membahayakan keselamatan.


Editor : Ahmad Sayuti