Angka Pengangguran Capai 8,97 Persen, Cimahi jadi Kota dengan Pengangguran Tertinggi di Jabar

Kota Cimahi tercatat sebagai daerah dengan presentase pengangguran tertinggi di Jawa Barat (Jabar).

Angka Pengangguran Capai 8,97 Persen, Cimahi jadi Kota dengan Pengangguran Tertinggi di Jabar
Berdasarkan rilis Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cimahi tahun 2024 mencapai 8,97 persen atau 27.979 jiwa.  (ilustrasi)

INILAHKORAN, Cimahi - Kota Cimahi tercatat sebagai daerah dengan presentase pengangguran tertinggi di Jawa Barat (Jabar).

Berdasarkan rilis Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cimahi tahun 2024 mencapai 8,97 persen atau 27.979 jiwa. 

Kendati beradai di peringkat tertinggi, namun angka pengangguran di Kota Cimahi mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yakni 10,52 atau 33.192 jiwa.

"Jadi memang ada penurunan kalau dari angka ini dan penurunan terbesar se-Jawa Barat," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi Asep Jayadi, Jumat 23 Mei 2025.

"Tapi kalau melihat peringkat, tertinggi di Jawa Barat untuk persentase jumlahnya. Tapi kalau dari jumlahnya lebih besar daerah lain," sambungnya.

Asep tak memungkiri jika persoalan pengangguran di Cimahi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah di tengah minimnya peluang kerja di kota dengan tiga kecamatan itu.

Menurutnya, hal tersebut lantaran bisnis industri di Kota Cimahi terdampak ekonomi global. 

"Sulit rekrutmen, sangat terbatas di Kota Cimahi, apalagi situasi garmen dan tekstil di situasi global," ujarnya. 

"Ada perusahaan yang mengurangi jam kerja dan sebagainya karena sepi order," ucapnya.

Saat ini, ungkap Asep, pihaknya tengah fokus meningkatkan kompetensi para pekerja di Kota Cimahi bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). 

Hasilnya, kata dia, sudah banyak warga yang mengikuti pelatihan yang diterima di berbagai perusahaan. 

"Alhamdulillah program yang kami laksanakan, peningkatan kompetensi, diberikan sertifikat dan langsung penempatan kerja," ucap Asep.

Terpisah, Statistisi Ahli Muda BPS Kota Cimahi Windi Pramudyawardani menyebut persentase tingkat pengangguran terbuka itu dihitung dengan membagikan jumlah pengangguran dengan angkatan kerja, kemudian dikalikan 100 persen. 

Dengan pola tersebut, maka hasilnya Kota Cimahi menduduki peringkat pertama di Jawa Barat untuk tingkat pengangguran terbuka.

"Tingkat penangguran terbuka adalah ukuran proporsi usia kerja (15 tahun ke atas) yang menganggur dibandingkan dengan penduduk angkatan kerja," sebutnya.

"Karena jumlah penduduk yang bekerja nambahnya sedikit itu akhirnya kita jadi besar persentasenya terbesar," paparnya.

Lebih lanjut Windi menjelaskan, jumlah pengangguran di Kota Cimahi didominasi penduduk berusia 20-24 tahun sebesar 5.821 orang atau 22,80 persen. 

Kemudian, diikuti penduduk usia 15-19 tahun dan terkecil ada penduduk usia 45-49 tahun.

"Yang menarik ada 1.535 penduduk berusia berusia 60 tahun ke atas atau bisa disebut memasuki usia tua yang masuk pengangguran," jelasnya.

"Hal itu menunjukan bahwa pada usia tersebut masih ada keinginan kuat untuk bekerja," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani