Angkot Jalur Puncak Nekat Beroperasi, Mengaku Belum Menerima Dana Kompensasi dari Dedi Mulyadi

Pada H+2 Hari Raya Idul Fitri 1446 H, sopir Angkot Jalur Puncak, Kabupaten Bogor masih nekat beroperasi.

Angkot Jalur Puncak Nekat Beroperasi, Mengaku Belum Menerima Dana Kompensasi dari Dedi Mulyadi
Padahal, 561 sopir Angkot Jalur Puncak tersebut dikabarkan sudah menerima dana kompensasi agar mereka libur beroperasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Pada H+2 Hari Raya Idul Fitri 1446 H, sopir Angkot Jalur Puncak, Kabupaten Bogor masih nekat beroperasi.

Padahal, 561 sopir Angkot Jalur Puncak tersebut dikabarkan sudah menerima dana kompensasi agar mereka libur beroperasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dadang, sopir Angkot Jalur Puncak Cisarua mengaku belum menerima dana kompensasi dan belum mengetahui aturannya.

"Saya belum menerima dana kompensasi, ingin dapat dana tersebut tetapi tidak mengetahui aturannya," ucap Dadang kepada wartawan, Rabu, 2 April 2025.

Dadang menuturkan hingga hari ini dia tetap 'narik' dan mengangkut penumpang, walaupun dia beralasan membawa tetangganya yang ingin ke ziarah ke makam sanak saudaranya di TPU Citeko, Cisarua.

"Saya bawa tetangga, mau ziarah ke TPU di Desa Citeko, Cisarua," tutur Dadang.

Pantauan Inilah Koran, aksi Dadang juga diikuti sejumlah sopir Angkot Jalur Puncak Cisarua lainnya. Mereka tetap beroperasi di Jalur Cisarua, Jalur Pasir Muncang, maupun Jalur Cibedug.


Editor : Doni Ramdhani