Antisipasi Kelangkaan Pangan Akibat El Nino, DKPP KBB Susun Strategi Ketahanan Pangan
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal segera mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan pangan menyusul prediksi terjadinya El Nino tahun 2023 ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas ketahanan pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal segera mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan pangan menyusul prediksi terjadinya El Nino tahun 2023 ini.
Diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia ungkap setelah 3 tahun berturut-turut terjadi La Nina sejak tahun 2020, diprediksi pada tahun 2023 akan terjadi fenomena El Nino di Indonesia.
El Nino tersebut bakal memicu terjadinya penurunan curah hujan atau menuju kemarau.
"Cuaca anomali saat ini, kita akan menyusun strategi ketahanan pangan agar tidak terjadi kelangkaan di KBB," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim kepada wartawan, Rabu 24 Mei 2023.
"Oleh karenanya, kita tengah menginventarisir dengan tim di DKPP terkait langkah antisipasi El Nino. Sementara di Bandung Barat yang baru kita inventarisir rawan pangan akibat kekeringan itu baru Kecamatan Saguling,” sambungnya.
Lukman menuturkan, kondisi kemarau ini harus diwaspadai. Apalagi, pada Agustus mendatang. Sebab, pada bulan tersebut akan terjadi puncak musim kemarau tahun ini.
“Salah satu strategi terdekat, kita akan mendistribusikan beras di Saguling, distribusi cadangan pangan pemerintah daerah dan ntuk antisipasi lainnya kita sedang melakukan inventarisir,” tuturnya.
“Ke depan kita juga akan melakukan sampel untuk mengalokasikan anggaran untuk penanganan antisipasi dampak El Nino,” sambungnya.
Setelah dilakukan pemetaan wilayah kekeringan, terang Lukman, pemda bakal lebih mudah mencari solusi terbaik.
Termasuk, sambung dia, dengan menggunakan teknologi yang tepat guna, misalnya dengan pompa air atau teknik irigasi tertentu.
"Karena itu, pembaruan mapping wilayah rawan kekeringan dan endemis serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) saat ini tengah diupayakan," terangnya.
“Serangan hama atau penyakit tanaman akan semakin rentan. Karena itu perlu kita sikapi dengan strategi dan antisipasi agar pertanian di Bandung Barat tetap produktif,” tegasnya.
Lukman menyebut, sebagai langkah antisipatif menghadapi El Nino, pihaknya pun bakal mendorong petani untuk menanam di musim tanam atau menanam tepat waktu, penggunaan bibit atau benih tanaman yang tepat atau yang tahan terhadap kekeringan.
Selain itu, tambah dia, DKPP KBB juga bakal proaktif menyebarluaskan informasi BMKG kepada petani guna mengetahui perkembangan cuaca dan iklim, yang kemudian dapat disesuaikan dengan kegiatan menanam.
“Kita pun sudah mensosialisasikan antisipasi menghadapi El Nino kepada para pengurus kelompok tadi di KBB," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
