Apa Itu Blood Moon? Ini Penjelasan Gerhana Bulan Total dan Penyebab Warnanya Merah
Blood Moon adalah sebutan populer untuk fase puncak gerhana bulan total
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Fenomena Blood Moon selalu menarik perhatian publik setiap kali terjadi gerhana bulan total. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika bulan tampak berwarna merah tembaga di langit malam.
Lalu, apa sebenarnya Blood Moon dan bagaimana proses terjadinya?
Pengertian Blood Moon
Blood Moon adalah sebutan populer untuk fase puncak gerhana bulan total, saat seluruh permukaan bulan berada dalam bayangan inti Bumi atau umbra. Pada fase inilah bulan tidak menghilang sepenuhnya, melainkan berubah warna menjadi merah gelap atau jingga.
Fenomena ini sering memicu berbagai spekulasi dan mitos, padahal secara ilmiah dapat dijelaskan dengan sederhana.
Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gerhana bulan terjadi ketika posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Akibatnya, cahaya Matahari yang seharusnya menerangi Bulan terhalang oleh Bumi.
Namun, Bulan tidak sepenuhnya gelap. Sebagian cahaya Matahari masih dapat mencapai permukaan Bulan setelah melewati atmosfer Bumi.
Mengapa Bulan Berwarna Merah?
Warna merah pada Blood Moon terjadi karena proses pembiasan dan penyebaran cahaya di atmosfer Bumi. Ketika cahaya Matahari melewati atmosfer, warna biru akan tersebar lebih dulu, sementara spektrum cahaya merah tetap melintas dan akhirnya mencapai Bulan.
Proses ini mirip dengan fenomena langit kemerahan saat matahari terbenam. Karena itulah, saat gerhana total, bulan terlihat seperti “berlumuran darah”, sehingga muncul istilah Blood Moon.
Apakah Blood Moon Berbahaya?
Secara ilmiah, Blood Moon tidak berbahaya dan aman untuk disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Berbeda dengan gerhana matahari yang membutuhkan kacamata khusus, gerhana bulan dapat dinikmati langsung.
Fenomena ini juga tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan.
Blood Moon dan Mitos yang Berkembang
Di berbagai budaya, Blood Moon sering dikaitkan dengan pertanda bencana atau kejadian besar. Warna merah pada bulan dianggap sebagai simbol darah dan malapetaka.
Namun, para astronom menegaskan bahwa Blood Moon adalah peristiwa alam biasa yang terjadi akibat pergerakan benda langit sesuai hukum fisika.
Kapan Blood Moon Terjadi?
Blood Moon hanya terjadi saat gerhana bulan total, yang tidak berlangsung setiap bulan. Peristiwa ini bergantung pada keselarasan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan.
Karena termasuk fenomena langka, banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk observasi astronomi maupun fotografi langit malam.
Editor : Firda Rachmawati
