Puncak Gerhana Bulan Total Sore Ini, Indonesia Timur Paling Ideal untuk Amati

BMKG memastikan masyarakat dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total (GBT) secara langsung,

Puncak Gerhana Bulan Total Sore Ini, Indonesia Timur Paling Ideal untuk Amati
Puncak Gerhana Bulan Total Sore Ini, Indonesia Timur Paling Ideal untuk Amati

INILAHKORAN.ID - Fenomena langit langka akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa 3 Februari 2026 petang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan masyarakat dapat menyaksikan gerhana-bulan-total'>gerhana Bulan Total (GBT) secara langsung, dengan waktu puncak berbeda di tiap zona waktu.

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan gerhana mulai teramati pukul 18.03.56 WIB. Sementara puncak gerhana terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Menurut BMKG, wilayah Indonesia bagian timur memiliki peluang pengamatan lebih baik karena fase awal gerhana sudah dapat terlihat saat Bulan mulai terbit. Sebaliknya, di wilayah barat Indonesia, Bulan baru muncul ketika gerhana telah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak.

“Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena astronomi ini secara langsung dari berbagai wilayah, selama kondisi cuaca cerah dan tidak tertutup awan tebal,” ujar Fachri di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Durasi Total Hampir Enam Jam

BMKG mencatat keseluruhan proses gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik, sejak fase awal hingga berakhir sepenuhnya.

Fase parsial berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Adapun fase totalitas — saat Bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan umbra Bumi — terjadi selama 59 menit 27 detik.

gerhana akan benar-benar berakhir pada pukul 21.24 WIB atau mendekati tengah malam waktu Indonesia timur, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

Mengapa Bulan Bisa Berwarna Merah?

Pada saat puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak berwarna merah tembaga. Fenomena ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Saat cahaya Matahari melewati atmosfer, gelombang cahaya berwarna pendek seperti biru tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dipantulkan ke permukaan Bulan.

Efek inilah yang membuat gerhana-bulan-total'>gerhana Bulan Total kerap dijuluki sebagai “Blood Moon”.

Satu-satunya gerhana yang Terlihat di Indonesia Tahun Ini

BMKG memperkirakan sepanjang 2026 akan terjadi empat kali gerhana, terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya gerhana-bulan-total'>gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati langsung dari wilayah Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi pengamatan dengan minim polusi cahaya, seperti area terbuka atau dataran tinggi. Selain itu, warga juga disarankan memantau informasi prakiraan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG untuk memastikan kondisi langit mendukung pengamatan.


Editor : Firda Rachmawati