Arab Saudi vs Indonesia, Ini Sebab Shin Tae-yong Wajib Mainkan Maarten Paes Sejak Awal
Timnas Indonesia melanjutkan perjuangan merebut tiket ke Piala Dunia 2026. Debut penuh ujian bagi Maarten Paes.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Timnas Indonesia melanjutkan perjuangan merebut tiket ke Piala Dunia 2026. Debut penuh ujian bagi Maarten Paes.
Tak ada alasan bagi Shin Tae-yong membangkucadangkan Maarten Paes. Kiper asal klub Dallas FC itu, mau tak mau harus jadi starter, menjalani debut perdananya bersama Garuda.
Timnas Indonesia, Kamis (5/9) atau Jumat (6/9) dinihari WIB, menantang tuan rumah Arab Saudi pada laga perdana penyisihan Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Arab Saudi adalah tim dengan kemampuan menyerang yang tinggi. Kehadiran Maarten Paes, kiper kelahiran Belanda, yang memiliki antisipasi dan refleks kuat, sangat dibutuhkan Garuda.
Meskipun kalah dari Yordania pada penampilan terakhirnya, Arab Saudi terbukti tim dengan daya serang yang tinggi. Mereka melakukan 17 upaya mencetak gol, dengan enam di antaranya terarah ke gawang lawan. Yordania hanya beruntung bisa meredam dan akhirnya menang.
Sebelumnya, di kandang Pakistan, Arab Saudi bahkan melakukan 19 upaya mencetak gol, berbanding hanya 2 milik Pakistan. Delapan di antaranya terarah ke gawang, tanpa gawang mereka terganggu sama sekali. Tiga di antaranya membuahkan gol, membuat pasukan Roberto Mancini menang mutlak 3-0.
Arab Saudi kekuatan yang dahsyat untuk level Asia. Karena itu, selain pertahanan kuat, modal Timnas Indonesia adalah kepiawaian penjaga gawang. Maarten Paes sudah berkali-kali membuktikannya bersama Dallas FC.
Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong belum memastikan siapa yang akan ditampilkan di bawah mistar gawang. Selain Paes, pilihan lainnya adalah Ernando Ari Sutaryadi atau Nadeo Argawinata.
Tetapi, pelatih asal Korea Selatan itu, memberi isyarat akan memainkan Paes. Dia menyatakan siap memberikan perlawanan maksimal terhadap Arab Saudi dengan mengandalkan skuad yang ada, termasuk pemain yang berkiprah di luar negeri.
Di atas kertas, level Timnas Indonesia di bawah Arab Saudi. Dari perungkat FIFA misalnya, Garuda berada di urutan ke-133, sedangkan tuan rumah menempati posisi ke-56.
Selain itu, rekor pertemuan Timnas Indonesia dengan Arab Saudi juga minor. Skuad Garuda tak pernah merasakan kemenangan dalam 12 pertemuan dengan Green Falcons -julukan Arab Saudi.
Capaian terbaik Garuda hanyalah hasil imbang 0-0 pada pertandingan persahabatan yang berlangsung di Stadion Shah Alam, Kuala Lumpur, pada 7 Oktober 2011.
Meski begitu, Shin Tae-yong tetap siap. Dia cukup percaya diri Timnas Indonesia dapat mengimbangi permainan Arab Saudi.
Keyakinan itu dimiliki karena kualitas para penggawa Garuda sekarang cukup baik, khususnya setelah kehadiran para pemain berbasis luar negeri.
“Sebagian pemain kami adalah pemain klub luar negeri. Pemain itu memiliki kondisi, taktikal, dan pemahaman yang baik. Sebagian pemain itu berkompetisi di Liga Eropa dan itu sangat membantu performa kami,” kata Shin Tae-yong, Rabu (4/9).
Saat ini ada 14 pemain Indonesia yang berkarir di luar negeri. Selain Maarten Paes, ada pula Jay Idzes (Venezia), Calvin Verdonk (NEC Nijmegen), Sandy Walsh (KV Mechelen), Nathan Tjoe A On (Swansea), Justin Hubner (Wolves), Rafael Struick (ADO Den Haag), Ragnar Oratmangoen (FCV Dender), Ivan Jenner (Jong Utrceht), dan Thom Haye yang belum punya klub.
Selain itu, ada pula trio domestik yang bermain di klub asing. Mereka yakni Pratama Arhan (Suwon FC), Asnawi Mangkualam (Port FC), dan Marselino Ferdinand (Oxford United).
Kehadiran mereka dinilai Shin Tae-yong cukup untuk mengangkat performa Timnas Indonesia. Itu terbukti dengan keberhasilan Garuda lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Di sisi lain, Shin Tae-yong mengakui Arab Saudi adalah lawan yang tangguh. “Soal performa, saya juga apresiasi tinggi Arab Saudi. Pemain mereka bagus dalam teknikal individu, dan juga punya kondisi fisik yang kuat,” katanya.
Apalagi sang lawan kini diasuh oleh pelatih top Roberto Mancini yang pernah mengantar Manchester City menjuarai Premier League.
“Di bawah pelatih Roberto Mancini, tim mereka memiliki arahan yang jelas, kompak, dan terogrganisasi dengan baik. Mungkin itu yang saya bisa sampaikan tentang Arab Saudi,” tambahnya.
Pelatih Arab Saudi, Roberto Mancini pun tak memandang remeh Indonesia. Dia menyadari, Indonesia adalah tim yang baik. “Pertandingan ini akan berat. Pertandingan pertama selalu berat. Tapi kami ingin mengawali kualifikasi dengan baik,” ujar pria yang pernah jadi tombak Timnas Italia itu.
Mancini mengaku cukup paham Timnas Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, sebutnya, Indonesia melakukan pengembangan yang baik.
“Tapi kami harus percaya diri dan memperpanjang pengembangan kami. Untuk menang, kami harus mengerahkan segala yang kami miliki, selain berharap dukungan suporter,” tambahnya.
Sikap waspada juga dipasang pemain Arab Saudi, Fahad Al-Muwallad. Dia mengakui pertandingan lawan Indonesia akan berat.
“Tentu saja berat. Pertandingan pertama selalu dulit. Kami ingin meraih kemenangan dan mengawali perjalanan dengan kemenangan,” ujarnya.
Sebagai pemain, Fahad mengaku merasa percaya diri dengan penuh tanggung jawab. Tapi, sekali lagi, dia mengakui laga ini bukan laga ringan. Terutama karena Indonesia dipenuhi pemain yang membela klub Eropa.
“Timnas Indonesia memiliki banyak pemain yang bergabung di klub Eropa,” ujarnya.
Itu sebabnya, dia juga berharap para suporter Arab Saudi bisa memenuhi Stadion King Abdullah Sports City di Jeddah. (ing)
Editor : Zulfirman

