AWS dan PJI Latih Ribuan Siswa dan Guru di Jabar Tingkatkan Literasi AI

Amazon Web Services (AWS) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) melatih lebih dari 5.100 siswa dan 40 guru di 40 SMA, SMK dan MA di Jawa Barat untuk meningkatkan literasi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning). 

AWS dan PJI Latih Ribuan Siswa dan Guru di Jabar Tingkatkan Literasi AI
Amazon Web Services (AWS) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) melatih lebih dari 5.100 siswa dan 40 guru di 40 SMA, SMK dan MA di Jawa Barat untuk meningkatkan literasi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning). 

INILAHKORAN, Bandung - Amazon Web Services (AWS) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) melatih lebih dari 5.100 siswa dan 40 guru di 40 SMA, SMK dan MA di Jawa Barat untuk meningkatkan literasi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning). 

Program tersebut, berlangsung sepanjang Januari hingga Agustus 2025 melalui inisiatif bertajuk STEM Capacity Building.
Program ini menyasar siswa usia 15 hingga 17 tahun, dan para pendidik untuk memahami konsep dasar serta penerapan praktis AI dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang diberikan meliputi pelatihan, lokakarya, hingga kompetisi pengembangan solusi digital berbasis AI.

Puncak dari program tersebut adalah penyelenggaraan AI Hackathon yang digelar di Kota Bandung pada 23 Agustus 2025. Kompetisi ini melibatkan 246 siswa dari 31 sekolah yang terbagi dalam 52 tim. Mereka ditantang untuk menciptakan solusi berbasis AI dengan tema "AI for Education" yang bertujuan mendukung pembelajaran, pengelolaan sekolah dan inklusi pendidikan.

Selama proses kompetisi, para peserta mendapat bimbingan langsung dari pakar AWS melalui tiga sesi daring yang dirancang untuk memperdalam pemahaman teknis dan menyempurnakan ide yang dikembangkan. Para semifinalis juga memanfaatkan layanan AWS seperti PartyRock dan Amazon Bedrock untuk membangun prototipe aplikasi mereka.

Juara pertama diraih oleh tim SoLearn dari SMAN 2 Cibinong yang mengembangkan aplikasi bernama "Learn to Earn". Aplikasi ini menggabungkan teknologi AI dengan gamifikasi, dan pembelajaran interaktif untuk mendukung proses belajar siswa serta membantu guru menyederhanakan tugas administratif. Ke depannya, aplikasi tersebut direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut dengan teknologi AI generatif Amazon Nova.

"Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena membantu saya mengubah minat saya pada AI menjadi sesuatu yang lebih terstruktur dan bermakna," kata perwakilan tim SoLearn,  Restu Hidayat.

Selain SoLearn, penghargaan lainnya diraih oleh tim JSC dari SMKN 1 Cimahi sebagai juara kedua dan tim Stevia dari SMAN 4 Depok sebagai juara ketiga sekaligus penerima Public Choice Award. Ada pula penghargaan Sustainability Innovation untuk tim Calvium dari SMAN 1 Nagreg, serta Most Creative Project Award untuk tim Sora dari SMKN 11 Bandung.

Tidak hanya siswa, program ini juga memberikan penghargaan kepada para guru yang dipilih sebagai Teacher Ambassadors. Para guru tersebut, akan menjadi penggerak utama literasi AI di sekolah masing-masing dan terus didukung oleh PJI dalam mengimplementasikan kurikulum AI secara berkelanjutan.

Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto menyoroti, antusiasme generasi muda Indonesia dalam memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak nyata.

“AI Hackathon memperlihatkan ketika siswa diberi ruang untuk bereksperimen, mereka mampu menghasilkan ide-ide segar dan inovatif. Bersama AWS, kami bangga dapat memfasilitasi mereka untuk menjadikan aspirasi teknologi sebagai karya yang bermanfaat,” kata Pribadi Setiyanto.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan, dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menilai program itu sejalan dengan visi pembangunan Jawa Barat yang menekankan inovasi dan daya saing sumber daya manusia.

Sementara itu, Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS, Winu Adiarto menyampaikan, kebanggaannya atas partisipasi siswa dan guru dalam program ini.

"Literasi AI adalah fondasi penting bagi talenta masa depan Indonesia. Kami bangga dapat berkontribusi dalam membekali pelajar dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan digital," kata Winu Adiarto.

Dengan semangat kolaborasi antara sektor pendidikan, industri dan pemerintah, program tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat literasi digital di Indonesia. AWS dan PJI berkomitmen untuk terus memperluas dampak program ke lebih banyak sekolah dan wilayah di masa mendatang.***


Editor : JakaPermana