Bambu Priangan dan Bangkitnya Sebuah Tradisi

Bambu Priangan dan Bangkitnya Sebuah Tradisi
FESTIVAL: Ajang Priangan Bamboo Fest 2026 siap digelar di kawasan Gedung Pusat Promosi Industri Kerajinan (PPIK) Kota Tasikmalaya, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum.(INILAH/NUNUNG NUROHMAN)

INILAH, Tasikmalaya- Di bawah riuh persiapan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, ada aroma khas bambu yang tercium dari kawasan Gedung Pusat Promosi Industri Kerajinan (PPIK) di Jalan Letjen Mashudi, Cibeureum.

Tempat ini sedang bersiap menjadi saksi bisu dari hidupnya kembali sebuah tradisi. Mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, ajang Priangan Bamboo Fest 2026 akan resmi digelar, mengubah bilah-bilah bambu mentah menjadi mahakarya yang bernilai tinggi.

Festival yang memasuki tahun kedua ini bukan sekadar pameran biasa. Tahun ini terasa lebih emosional karena melebur langsung dengan perayaan perak hari jadi kota.

Bagi para pengrajin lokal, acara ini adalah panggung pembuktian bahwa dari jemari mereka, bambu Priangan bisa disulap menjadi furnitur elegan dan kerajinan tangan yang memikat mata dunia.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutaqien, mengatakan Priangan Bamboo Fest merupakan kegiatan yang kembali digelar untuk kedua kalinya.

"Bamboo Fest, jadi ini tahun yang ke-2 kita laksanakan Bamboo Fest," kata Sofian, Kamis, (8/10).

Menurutnya, berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, Bamboo Fest 2026 masuk dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya.

"Kalau tahun kemarin itu bukan rangkaian hari jadi, kebetulan kalau sekarang itu masuk rangkaian hari jadi Kota Tasikmalaya, nanti pelaksanaannya tanggal 14-18 Oktober," ujarnya.

Sofian menyebut kegiatan tersebut merupakan inisiasi dari HIMKI. Produk yang ditampilkan tidak hanya kerajinan berbahan bambu, tetapi juga produk mebel dan berbagai hasil industri kerajinan lainnya.

"Jadi kan inisiasi dari HIMKI, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Priangan, nanti akan kita pamerkan produk-produk bambu. Ya, kerajinan, mebel juga ada. Untuk masuknya gratis," katanya.

Dalam pelaksanaannya, anggaran kegiatan berasal dari pihak HIMKI melalui dukungan sponsor. Pemerintah Kota Tasikmalaya berperan dalam mendukung penyelenggaraan, salah satunya dengan menyediakan tempat serta melibatkan sejumlah UMKM binaan.

"Anggaran murni dari mereka ya, anggarannya pure dari HIMKI, dia mencari sponsornya sendiri," ucap Sofian.

Selain produk kerajinan dan mebel, UMKM binaan Pemkot Tasikmalaya juga berpeluang ikut meramaikan kegiatan, termasuk sektor kuliner.

(nunung nurohman)


Editor : Inilahkoran