Banjir Berulang di Kelurahan Padasuka Cimahi, Jadi Persoalan Struktural yang Menuntut Solusi Jangka Panjang

Banjir yang kembali melanda Kelurahan Padasuka Kota Cimahi tidak lagi menjadi kejadian tak terduga

Banjir Berulang di Kelurahan Padasuka Cimahi, Jadi Persoalan Struktural yang Menuntut Solusi Jangka Panjang
Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat mengunjungi korban banjir di Padasuka

INILAHKORAN.ID – banjir yang kembali melanda Kelurahan Padasuka Kota Cimahi tidak lagi menjadi kejadian tak terduga. 

Kali ini, peristiwa yang mengganggu aktivitas ribuan warga di kawasan padat permukiman tersebut semakin menegaskan bahwa persoalan banjir di Padasuka adalah masalah struktural yang membutuhkan pendekatan komprehensif, bukan hanya penanganan reaktif seperti selama ini.
 
Sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air, aliran sungai yang semakin menyempit, dan tumpang tindih faktor lain membuat banjir menjadi "tamu tetap" yang mengganggu keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan hidup warga. 

Kondisi ini pun menjadi perhatian Wali Kota Cimahi, Ngatiyana yang mengakui bahwa penyelesaiannya tidak bisa dilakukan dalam sekejap.
 
"Memang perlu pemikiran yang panjang terkait banjir ini. Tahun ini kita fokus bagaimana ke depan bisa menyelesaikan banjir-banjir di titik rawan," ujar Ngatiyana, Selasa 6 Januari 2026.
 
Menurutnya, dua hal menjadi akar permasalahan utama, yakni kondisi Sungai Cisangkan yang makin menyempit dan sistem drainase yang sudah tidak mampu bekerja optimal. 

Akibatnya, saat hujan deras mengguyur, air tidak bisa mengalir dengan lancar, meluap, dan kembali menggenangi kawasan pemukiman.
 
"Normalisasi sungai dan perbaikan drainase menjadi salah satu fokus. Sungai sekarang makin menyempit, debit air tidak tertampung, akhirnya terjadi penumpukan dan air balik lagi ke pemukiman," tuturnya.
 
Ngatiyana menyebut, pemerintah tidak ingin terjebak dalam siklus saling menyalahkan. Alih-alih mencari kambing hitam, pihaknya lebih fokus pada langkah-langkah konkrit untuk mencari solusi bersama seluruh pemangku kepentingan.
 
"Ini bukan soal saling menyalahkan, tapi bagaimana kita cari jalan keluar yang terbaik," sebutnya.
 
Terkait dugaan adanya bangunan liar yang memperparah penyempitan sungai dan hambatan aliran air, Ngatiyana tidak menutup kemungkinan melakukan penertiban. 

Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut perlu ditelaah matang terlebih dahulu, termasuk mengecek legalitas setiap bangunan yang menjadi perhatian.
 
"Kalau ada bangunan liar, nanti kita lihat. Saya cek dulu bagaimana legalitasnya," ujarnya.
 
Sebelumnya, Ngatiyana telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi banjir di RW19/04, sekitar Jalan Usman Dhomiri beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut dilakukan setelah saluran drainase di kawasan yang terhubung langsung dengan Sungai Cisangkan mengalami kebocoran, yang menjadi pemicu utama genangan air setiap musim hujan.
 
Di lokasi, ia berdialog langsung dengan warga dan mendengar keluhan yang sudah lama mereka rasakan. Bagi warga, banjir bukan hanya soal genangan air yang menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga ancaman nyata terhadap keamanan dan kesehatan keluarga mereka.
 
"In syaa Allah ke depan akan ada perbaikan. Drainase yang jebol ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga," ujarnya.
 
Kehadiran langsung Wali Kota disambut positif oleh masyarakat Padasuka. Mereka berharap, inspeksi tersebut tidak hanya sebatas simbolik atau penanganan sementara, melainkan menjadi awal dari perhatian serius pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang selama ini hanya ditangani dengan cara tambal sulam.
 
Bagi sebagian besar warga, banjir yang terus berulang adalah sinyal bahwa ada yang belum beres dalam tata kelola lingkungan perkotaan. Kini, harapan mereka terpancang pada komitmen pemerintah untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.
 
"Target kita secepatnya. Tidak terbatas, sampai selesai," tandasnya. *** 


Editor : Ahmad Sayuti