Batam Blackout, PLN Tegaskan Tidak Ada Sangkut Paut dengan Data Center
PLN tegaskan blackput di Batam dan Bintan tidak ada sangkut pautnya dengan percobaan data center.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sampai hari ini permasalahan pemadaman listrik (blackout) di Kota Batam masih jadi perhatian.
Kini ada isu yang beredar bahwa blackout di Batam ini dilakukan karena adanya pengujian operasional pusat data atau data center.
PT PLN Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menegaskan pemadaman listrik di Batam dan Bintan pada hari Senin, 12 Oktober 2026, tidak berkaitan dengan pengujian data center sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan informasi yang mengaitkan gangguan kelistrikan tersebut dengan pengujian pusat data tidak benar.
“Pemadaman meluas yang terjadi Senin di Pulau Batam dan Bintan sama sekali tidak ada sangkut paut dengan data center," kata Kwin Fo.
"Informasi bahwa ada pengetesan atau commissioning untuk operasional data center, dan membutuhkan daya sangat besar, itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.
Kwin Fo menjelaskan, pusat data yang tengah berkembang di Batam diperkirakan belum beroperasi penuh dalam waktu dekat.
“Menurut kami, data center belum akan beroperasi penuh. Dan jika mulai beroperasi, tingkat operasionalnya diperkirakan belum melebihi 10 persen dari kapasitas total data center tersebut,” jelasnya.
Kwin Fo juga memastikan kesiapan pasokan listrik untuk kebutuhan pusat data telah diperhitungkan dalam perencanaan PLN Batam.
“Sampai saat ini PLN Batam sangat siap untuk data center. Jadi kita tidak ada defisit maupun kekurangan pasokan. Cadangan daya kami masih berkisar di angka hampir 20 persen,” tuturnya.
Saat ini, sistem kelistrikan Batam memiliki daya pasok 930 megawatt (MW), dengan beban mencapai sekitar 780 MW. Dengan demikian, cadangan daya masih mendekati 20 persen.***
Editor : Irma Nurfajri
