Beban Hutang Kereta Whoosh, Kang AW Minta PT. KAI Transparansi Kondisi Keuangan dan Strategi Restrukturisasi
Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya menyoroti kondisi PT Kereta Api Indonesia (KAI), dalam rapat kerja bersama jajaran Direksi PT KAI yang baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya menyoroti kondisi PT Kereta Api Indonesia (KAI), dalam rapat kerja bersama jajaran Direksi PT KAI yang baru.
Dalam kesempatan tersebut, Asep Wahyuwijaya menekankan pentingnya transparansi kondisi keuangan dan strategi restrukturisasi perusahaan yang akan dilakukan agar performa pelayanan PT. KAI bisa tetap berjalan optimal.
“Secara performa pelayanan, transformasi PT. KAI bisa dianggap berhasil. Masyarakat kini bisa menikmati layanan kereta yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Namun, dari sisi kinerja bisnis, masih ada tantangan finansial yang harus diatasi agar perusahaan bisa lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Kamis, 21 Agustus 2025.
Salah satu Ketua DPP Partai NasDem itu menjelaskan, munculnya beban tambahan terkait proyek Kereta cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh, yang berpotensi menimbulkan tekanan finansial bagi KAI.
Menurutnya, Direksi PT. KAI perlu memaparkan secara jelas proposal restrukturisasi dan langkah penanggulangan beban keuangan akibat hutang yang ditimbulkan oleh kereta cepat (KCIC).
“Jangan sampai gara-gara Beban hutang Kereta Whoosh yang harus ditanggulangi dampaknya malah mengorbankan kualitas layanan dan kenyamanan publik kereta Jabodetabek, dan lainnya," paparnya.
Oleh karena itu, sambungnya. Seyogyanya para wakil rakyat harus mengetahui juga seberapa fundamental tantangan finansial yang dihadapi oleh PT. KAI.
"Kami harap. roadmap perusahaan ke depan bisa berjalan baik dan kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan pun bisa tetap terjaga,” sambung alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.
Kang AW, sapaan akrabnya juga menekankan pentingnya efisiensi operasional di tubuh PT. KAI, termasuk pada kinerja anak perusahaannya.
"Saya mengingatkan agar setiap langkah restrukturisasi dijalankan secara transparan dan terencana, agar citra PT. KAI sebagai moda transportasi strategis tetap terjaga. Saat ini kinerja PT. KAI sudah cukup bagus, namun, upaya restrukturisasi finansial dan efisiensi operasional harus dilakukan dengan cermat, agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal dan kinerja perusahaan pun bisa berjalan dengan sehat,” tukasnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti

