INILAH, Manchester - Dia kembali ke klubnya. Kini, tanda tanyanya adalah apa yang bisa dilakukan Ole Gunnars Solksjaer untuk Manchester United?
Legenda asal Norwegia, pencetak gol detik-detik terakhir Manchester United di final Liga Champions 1999, mendapat kepercayaan menyusul dipecatnya Jose Mourinho. Kontrak Solskjaer hanya sementara waktu, bukan jangka panjang.
Solskjaer akan menangani Setan Merah hingga akhir musim ini. Dia terima Manchester United dalam posisi di peringkat keenam klasemen sementara, tertinggal jauh 19 poin di belakang Liverpool.
Lalu, apa yang akan dilakukan Solskjaer? Ini jadi tantangan karier kepelatihannya setelah gagal di Cardiff City dan lebih banyak menukangi klub Norwegia, Molde.
Menurut monitoring football-linesup.com, Solskjaer lebih suka memainkan formasi 4-2-3-1 bersama Molde di paroh awal musim 2018. Dia hanya menyisakan seorang pemain penyerang berstatus striker murni. Tapi, dia bisa pula mengubahnya menjadi 4-1-4-1, seperti ketika Molde memenangkan delapan dari sembilan laga terakhirnya musim ini untuk menduduki peringkat kedua Liga Norwegia, lima poin di belakang Rosenborg. Di Cardiff pun, Solskjaer lebih sering memainkan 4-2-3-1.
Formasi Solksjaer sering mengandalkan kekuatan serangan sari sektor sayap. Di Molde berhasil dengan memainkan Eirik Hestad (pencetak 15 gol) dan Fredrik Aursnes (pengemas 10 gol) di lini gelandang. Hanya saja, gaya itu gagal di Cardiff. Mereka kebobolan 42 gol dalam 18 laga Liga Primer di bawah Solskjaer.
Di Manchester United, fakta bahwa Solskjaer lebih memilih memainkan bek sayap yang bisa ikut menyerang, tentu jadi kabar bagus untuk Luke Shaw. Dia bisa dimainkan di bek sayap kiri dengan Ashley Young digeser ke kanan. Keduanya bek sayap dengan daya gempur kuat.
Jika Solskjaer memasang 4-2-3-1 yang bisa jadi 4-1-4-1, maka Paul Pogba --yang jadi musuh Jose Mourinho-- bisa menjadi pemain pendobrak di antara dua lini untuk mengatur perubahan formasi. Itu artinya Nemanja Matic bisa dikorbankan untuk memberi ruang bagi Ander Herrera.
Jesse Lingard dan Juan Matta bisa bergantian sebagai pemain momor 10, dengan Anthony Martial dan Marcus Rashford diandalkan menjadi pencetak gol dari sektor sayap dan Romelu Lukaku sebagai striker tunggal. Meski begitu, Lukaku bisa pula tergeser oleh Martial, Rashford, atau Alexis Sanchez untuk posisi tombak tunggal tersebut.