Benarkah Cha Eun Woo Sudah Persiapan dari Tahun lalu untuk Hadapi Kontroversi Pajak

Cha Eun Woo diduga sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kontroversi penggelapan pajak dari tahun lalu.

Benarkah Cha Eun Woo Sudah Persiapan dari Tahun lalu untuk Hadapi Kontroversi Pajak
Cha Eun Woo terlibat kontroversi penggelapan pajak.

INILAHKORAN, Bandung - Sebelumnya dikabarkan bahwa Cha Eun Woo sudah mengetahui dirinya teelibat penggelapan pajak sebelum mendaftar wajib militer.

YouTuber dan reporter Lee Jin Ho baru saja mengklaim bahwa "firma hukum Sejong, yang mewakili Cha Eun Woo, ditunjuk bukan baru-baru ini, melainkan sekitar setahun yang lalu. "

Lee Jin Ho baru saja merilis sebuah video yang berfokus pada kontroversi seputar dugaan penggelapan pajak Cha Eun Woo ASTRO yang berjumlah sekitar 20 miliar KRW atau Rp232 miliar.

Dalam video tersebut, Lee Jin Ho pertama-tama berpendapat, “setelah berkonsultasi dengan para ahli pajak dan akuntansi, terdapat kesenjangan dengan persepsi publik.”

Poin utama video tersebut adalah keberadaan perusahaan keluarga dan apakah perusahaan tersebut benar-benar menjalankan tugas manajemen. 

Lee Jin Ho menyoroti isu yang diangkat oleh Dinas Pajak Nasional, “apakah perusahaan yang dijalankan oleh ibunya benar-benar menjalankan manajemen untuk Cha Eun Woo?” 

Dia menjelaskan bahwa ada klaim yang menyatakan sulit untuk menganggap perusahaan tersebut yang memiliki kantor terdaftar di Ganghwado (termasuk restoran belut), sebagai pihak yang benar-benar mengelola Cha Eun Woo.

“Pihak Cha Eun Woo telah menunjuk firma hukum Sejong untuk secara aktif menanggapi,” tutur Lee Jin Ho.

Dia menambahkan, “Sejong ditunjuk bukan baru-baru ini, tetapi sekitar setahun yang lalu, tampaknya sebagai persiapan untuk situasi ini.”

Namun, dia menahan diri untuk tidak memberikan penjelasan rinci, dengan mengatakan, “sulit untuk mengungkapkan detail spesifik.”

Selama proses tersebut, Lee Jin Ho membaca pernyataan resmi Cha Eun Woo yang dirilis pada tanggal 26 dan menyoroti maknanya. 

Surat permintaan maaf tersebut mencakup frasa seperti, “Saya merenungkan dan bertanggung jawab atas kewajiban pajak saya."

“Meskipun saat ini sedang menjalani wajib militer, itu bukanlah pilihan yang disengaja untuk menghindari kontroversi.” 

“Saya akan dengan tulus mematuhi prosedur terkait pajak,” dan “Saya akan dengan rendah hati menerima dan bertanggung jawab atas keputusan akhir dari pihak berwenang terkait."

Lee Jin Ho semakin memperkeruh kontroversi dengan menyebutkan angka-angka laporan keuangan dalam video tersebut. 

Mengutip angka tahun 2023 perusahaan keluarga tersebut, dia menyebutkan "penjualan sekitar 16,5 miliar KRW (sekitar 11,5 juta USD) dan laba operasi sebesar 14,2 miliar KRW (sekitar 9,92 juta USD)," mengklaim margin laba operasi berada di kisaran 80%. 

Dia juga merujuk pada biaya tenaga kerja (meningkat dari tahun sebelumnya) dan biaya penjualan dan administrasi (sekitar 2,30 miliar KRW (sekitar 1,61 juta USD)).

"Apakah biaya-biaya ini benar-benar dikeluarkan untuk mengelola Cha Eun Woo akan menjadi isu kunci."

Namun, Lee Jin Ho juga menyampaikan argumen balasan dari para profesional pajak dan akuntansi, dengan mengatakan:

“Sulit untuk menyimpulkan penggelapan pajak hanya berdasarkan margin laba operasi yang tinggi.” 

Dia melanjutkan, “membayar biaya tenaga kerja yang tinggi juga merupakan wewenang perusahaan. Bahkan kantor kecil pun dapat mempekerjakan seorang selebriti.” 

Dia juga menambahkan, “karena kasus ini ditangani oleh Divisi Investigasi 4 dan telah mencapai tahap pemberitahuan penetapan pajak, tampaknya sulit untuk membatalkan keputusan tersebut.”

Pada akhirnya, Lee Jin Ho menyimpulkan dengan menekankan, “bukan angka-angka itu sendiri, poin kuncinya adalah apakah pekerjaan manajemen yang sebenarnya telah dilakukan."***


Editor : Irma Nurfajri