Bengkel di Jalan Soekarno-Hatta Bandung Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sebuah bengkel yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, tepat di seberang Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, hangus dilalap api pada Senin malam, 5 Desember 2026.

Bengkel di Jalan Soekarno-Hatta Bandung Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Petugas pemadam kebakaran usai memadamkan api yang menghanguskan bengkel di jalan soekarno-hatta, Senin malam emarin

INILAHKORAN.ID - Sebuah bengkel yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, tepat di seberang Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, hangus dilalap api pada Senin malam, 5 Desember 2026.

kebakaran diketahui mulai terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Api yang membesar dengan cepat menimbulkan asap tebal yang mengepul ke udara dan dapat terlihat dari jarak sekitar 50 meter.

Wakil Komandan Peleton 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bandung, Carmana, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 23.45 WIB. Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

“Yang terbakar bengkel las. Kronologi awalnya, menurut sementara dari tetangga sebelah, api sudah dalam kondisi besar,” ujar Carmana usai proses pemadaman, Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam upaya pemadaman, petugas mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Untuk memperlancar proses penanganan, arus lalu lintas di jalur lambat Jalan Soekarno Hatta sempat ditutup sementara.

“Untuk damkar yang diturunkan dari Mako Pusat ada satu unit water tanker, satu unit tangki, dan satu unit rescue. Dari wilayah timur dua unit tangki. Jadi totalnya lima unit,” jelasnya.

Carmana menyebutkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.20 WIB. Berdasarkan informasi awal, bengkel tersebut sudah tidak beroperasi dan dalam kondisi kosong sejak tiga bulan terakhir.

“Diduga penyebab kebakaran dari korsleting listrik. Bengkel ini sudah tiga bulan kosong,” katanya.

Ia menambahkan, luas bangunan bengkel sekitar 50 meter persegi, namun area yang terdampak kebakaran diperkirakan hanya sekitar 10 meter persegi. Api dengan cepat membesar karena di dalam bengkel terdapat banyak material mudah terbakar.

“Material di dalamnya banyak yang mudah terbakar seperti plastik dan bekas kaleng cat. Tapi bangunannya dari besi atau logam, jadi apinya cepat membesar tapi juga cepat padam,” ucap Carmana.

Akibat kebakaran tersebut, bangunan bengkel kini rata dengan tanah. Sejumlah material bangunan tampak menghitam dan bengkok, sementara puing-puing masih berserakan di lokasi kejadian.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tutupnya.


Editor : Ahmad Sayuti