Berburu di Panggung Baru

Berburu di Panggung Baru
INILAH/ADAM HUSEIN

Oleh: Bsafaat

PERSIB Bandung bersiap melakoni laga di markas Port FC, Thammasat Stadium, Bangkok, Kamis (8/10).Saatnya pasukan Igor Tolic berburu prestasi di panggung baru.

Kedua tim bentrok di ajang ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027. Ini merupakan turnamen sepak bola regional resmi pertama di Asia Tenggara yang mempertemukan klub-klub elite dari negara anggota Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).Didukung penuh oleh AFC dan FIFA, turnamen bergengsi ini dirancang untuk menobatkan juara klub terbaik di kawasan regional setiap tahunnya Misi Maung Bandung jelas hanya satu: mengukir awal sempurna meski harus bertarung di kandang lawan. Tantangannya terbilang berat, lantaran Mariano Peralta dan kawan-kawan harus mengatasi tembok kokoh bernama Port FC.

Port FC laksana tembok kokoh yang belum sempat runtuh dalam ingatan kolektif tim. Dua tahun lalu di ajang AFC Champions League Two 2024/2025, gawang Persib harus jebol di Si Jalak Harupat oleh tim yang sama.

Ketika gantian bertandang ke Thailand pada November 2024, laga dramatis 2-2 menyisakan sisa sesak karena kemenangan yang sudah di depan mata sirna di menit-menit akhir. Bahkan di turnamen pramusim Piala Presiden 2025, kekalahan kembali membayangi.

Namun, para penggawa Persib enggan terjebak di dalam angka-angka masa lalu. Penjaga gawang Teja Paku Alam mengatakan rekam jejak buruk tersebut bukanlah kutukan, melainkan sebuah kompas penunjuk arah.

“Kami tahu mereka merombak komposisi pemain asingnya, pelatih pun sudah menganalisis video mereka,” ujarnya.

Persib Bandung datang bukan lagi sebagai tim yang meraba-raba atmosfer luar negeri. Mereka adalah petarung yang membawa modal positif dari kompetisi domestik.

Kehadiran penggawa asing anyar seperti gelandang asal Kroasia, Luka Menalo, menyuntikkan energi berbeda ke dalam skuat.

Menalo membawa perspektif segar. Baginya dan rekan-rekan, ini adalah panggung pembuktian bahwa Persib adalah tim yang pantas disegani di level Asia Tenggara.

Begitu pula dengan Adam Alis, sang jenderal lapangan tengah yang dengan lantang menyuarakan kesiapan mental timnya. Mereka tahu mereka berada di grup berat, berdampingan dengan klub-klub mapan seperti Johor Darul Ta’zim dan Lion City Sailors. Namun justru di sinilah letak keindahannya: menikmati tekanan untuk melahirkan keajaiban.

Pelatih Igor Tolic pun menyuarakan optimisme yang sama. Apalagi, dia merasa sudah menyiapkan imnya sebaik mungkin jelang melawan Port FC.

Pelatih asal Kroasia ini mengaku beberapa program latihan sudah diberikan kepada para pemainnya. Dimulai dari penyerangan serta pertahanan.

“Ya, kami melakukan beberapa latihan penyerangan, pertahanan untuk bersiap menghadapi kompetisi baru. Sangat penting bagaimana cara mereka memulai kompetisi,” ujar Igor.

Pelatih berusia 49 tahun ini mengaku sudah mempelajari kekuatan Port FC. Menurutnya tim penghuni runner up Thai League 1 pada musim 2025/2026 ini merupakan tim tangguh.

“Port (FC) itu tim yang bagus, mereka juga punya banyak pemain tim nasional. Tim dengan transisi yang sangat cepat, sangat bagus dalam eksekusi bola mati,” katanya.

Kondisi Tim Persib datang ke Thailand dengan bekal positif berkat dua kemenangan beruntun di awal musim kompetisi domestik dan Asia. Sayangnya, tim pelatih harus memutar otak karena ada sejumlah pilar inti yang absen akibat cedera maupun panggilan Timnas Indonesia.

Pemain asing anyar seperti Luka Menalo dan legiun andalan Mariano Peralta diprediksi akan menjadi motor serangan utama untuk membongkar pertahanan lawan.

Sementara dua pemain yang baru saja membela Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye diprediksi takkan ambil bagian dalam pertandingan ini.

Sementara itu, Port FC yang kini dinakhodai oleh Bozidar Bandovic ini sedang dalam kondisi kurang stabil. Port FC sempat menelan dua kekalahan beruntun di kompetisi domestik (Thai League 1) serta kancah Asia.

Sinyal negatif dari sang lawan ini menjadi peluang emas yang wajib dimanfaatkan oleh lini serang Persib untuk melakukan tekanan sejak awal pertandingan. (bsf)


Editor : Inilahkoran