Berganti Nama, Klinik Pratama Parung Kini Menjadi Klinik Utama Rawat Inap Parung
Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melanjutkan dan mengembangkan Klinik Pratama Parung menjadi Klinik Utama Rawat Inap Parung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melanjutkan dan mengembangkan Klinik Pratama Parung menjadi Klinik Utama Rawat Inap Parung.
Tahun 2025, klinik yang berlokasi di Desa Cogrek, Parung tersebut tak hanya melayani pelayanan medis, spesialistik, gawat darurat dan penunjang seperti laboratarium saja. Tetapi setelah disuntik pengadaan alat kesehatan dan lainnya sebesar Rp2 miliar, klinik tersebut kini bisa melayani rawat inap pasiennya.
"Tahun ini, bersamaan dengan perubahan nama menjadi Klinik Utama Rawat Inap Parung, maka sudah melayani rawat inap. Ada 14 tempat tidur, yang sumber pendanaannya dari Anggaran Pemdapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor," ujar Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Bogor Ani Bestari Harahap kepada wartawan, Rabu 20 Agustus 2025.
Ani Bestari Harahap menuturkan bahwa Klinik Utama Rawat Inap Parung berencana menambah tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan dan lainnya.
"Rencananya perekrutan tenaga kesehatan (Nakes), sekitar 40 hingga 60 orang," tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini Pemkab Bogor sedang mencari sumber pendanaan, baik dari APBD Jawa Barat maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Kami akan membangun gedung baru di sebelah gedung yang sudah terbangun, dengam nilai kebutuhan anggaran Rp230 miliar. Bupati Bogor Rudy Susmanto, sedang mengusulkan bantuan keuangan, baik dari Pemprov Jawa Barat maupun pemerintah pusat," tutur Ani Bestari Harahap.
Ia melanjutkan, dengan adanya bantuan keuangan dan dilanjutkan dengan pembangunan gedung - gedung, penambahan alat kesehatan dan Nakes, maka Klinik Utama Rawat Inap Parung bisa meningkat statusnya menjadi Rumah Sakit Type C.
Editor : Doni Ramdhani
