Tinjau Indocement, Ini Agenda KLH dan DLH Jawa Barat

Usai meninjau TPPAS Lulut-Nambo, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, DLH Kota dan Kabupaten Bogor singgah ke Kantor PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Tinjau Indocement, Ini Agenda KLH dan DLH Jawa Barat
Tak hanya itu, seperti yang dituturkan Kepala DLH Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih, pihaknya menawarkan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk untuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Usai meninjau TPPAS Lulut-Nambo, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, DLH Kota dan Kabupaten Bogor singgah ke Kantor PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Mereka membahas penyerapan Refuse Delivered Fuel (RDF), dari PT Jabar Bersih Lestari (JBL) selaku pengelola TPPAS Lulut Nambo ke PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Tak hanya itu, seperti yang dituturkan Kepala DLH Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih, pihaknya menawarkan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk untuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, kata Ai, pada periode pertama merupakan salah satu calon mitra atau investor.

"Saat itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk juga mengikuti beauty contest, namun mungkin ada pertimbangan lain panitia beauty contest hingga PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk tidak terpilih menjadi investor TPPAS Lulut Nambo dan kami hari ini sangat terbuka agar mereka menjadi mitra Pemprov Jawa Barat," kata Ai.

Mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) Jawa Barat itu menjelaskan, dengan kehadiran dan suntikan dana dari mitra baru, TPPAS Lulut Nambo bisa mengolah sampah hingga sebanyak 2.300 ton perhari.

Saat ini, sambungnya. Jajarannya sedang mengkaji ulang kebutuhan nilai investasi kelanjutan pembangunan TPPAS Lulut Nambo.

"Kalau dulu, kebutuhan anggarannya Rp602 miliar, kini, kami sedang menghitung ulang nilai investasi kelanjutan pembangunan TPPAS Lulut Nambo," jelasnya.

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, saat ini PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sudah menyerap RDF dari TPPAS Lulut Nambo sebesar 50 ton perhari.

Selain dengan TPPAS Lulut Nambo, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk juga telah menjalin kerja sama dalam penyediaan RDF dengan Pemprov DKI Jakarta. 

Berdasarkan kontrak yang telah disepakati, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk akan menerima pasokan RDF sebanyak 625 ton per hari dari TPST Bantargebang, Kota Bekasi.


Editor : Doni Ramdhani