Bernasib Buruk dan Diperlakukan Buruk oleh SM, Netizen Kasihan pada Jaehyun NCT

Netizen merasa kasihan kepada Jaehyun NCT karena dinilai selalu bernasib buruk dan juga diperlakukan buruk oleh SM.

Bernasib Buruk dan Diperlakukan Buruk oleh SM, Netizen Kasihan pada Jaehyun NCT
Jaehyun NCT yang dinilai miliki nasib buruk di SM.

INILAHKORAN, Bandung - Sejumlah Netizen baru-baru ini terus memperhatikan Nasib Buruk yang dialami oleh Jaehyun NCT.

Hal ini terutama setelah jadwal terbaru Jaehyun NCT dibatalkan karena skandal mantan membernya, Taeil yang terlibat kejahatan seksual. 

Secara khusus, disebutkan bahwa proyek akting Debut Jaehyun NCT dalam drama 'Dear M', ditunda tanpa batas waktu karena skandal bullying di sekolah yang melibatkan aktris utama tersebut. 

Selain itu, setelah Jaehyun NCT mendapatkan proyek akting kedua, proyek itu dibatalkan karena penulis asli berubah pikiran. 

Kemudian, debut Solo Jaehyun NCT sebagian besar diabaikan oleh SM Entertainment, yang tidak merilis konten atau Promosi media untuk idola pria tersebut.

Sampai-sampai Jaehyun NCT sendiri harus mengumumkan tanggal rilis debut solo kepada penggemar.

Sekarang, saat Jaehyun NCT akhirnya melakukan debut solo, semua kegiatan promosinya terancam dibatalkan karena skandal mantan membernya, Taeil, sedang diselidiki atas kejahatan seksual. 

Selain itu, baru-baru ini terungkap bahwa SM gagal menyediakan stok album fisik Jaehyun NCT, yang menyebabkan penggemar tidak dapat membeli dan sangat memengaruhi pencapaian penjualannya di minggu pertama. 

Melihat semua ini, banyak netizen yang tidak bisa menahan rasa iba terhadap Jaehyun NCT yang terus mengalami nasib buruk.

"Albumnya sudah habis terjual bahkan di toko offline dan jadwal restocknya masih lama banget.. Apaan tuh SM?"

"Dia sangat tampan tapi wow... ternyata dia sangat tidak beruntung... apakah ada kemungkinan drama pertama akan dirilis?"

"Skandal Taeil terbongkar sehari setelah debut solo Jaehyun sehingga dia bahkan tidak bisa berpromosi dengan baik…"

"Ah, sungguh disayangkan. Dia seperti terus menerus tersandung oleh satu rintangan demi rintangan."***


Editor : Irma Nurfajri