Bersamaan HUT ke-16, Disdik KBB Launching Tiga Program Unggulan Pendidikan, Salah Satunya Cetak Hafidz Quran
Ketiga program unggulan yang dilaunching bersamaan Hari Ulang Tahun (HUT) KBB ke-16 tersebut antara lain, ekstrakurikuler Tahfidz Quran, peresmian tiga Taman Kanak-kanak (TK) Negeri dan Sekolah Ramah Anak (SRA).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi melaunching tiga program unggulan di tahun 2023.
Ketiga program unggulan yang dilaunching bersamaan Hari Ulang Tahun (HUT) KBB ke-16 tersebut antara lain, ekstrakurikuler Tahfidz Quran, peresmian tiga Taman Kanak-kanak (TK) Negeri dan Sekolah Ramah Anak (SRA).
Launching tiga program unggulan Disdik tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan disaksikan Sekda KBB Ade Zakir, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB Asep Dendi serta pejabat lainnya, dan ribuan peserta karnaval.
"Ada tiga TK Negeri yang kami launching pada peringatan HUT KBB ke-16 kemarin. Ketiga TK tersebut berlokasi di Kecamatan Cihampelas, Kecamatan Cililin dan Kecamatan Ngamprah," sebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih didampingi Sekretaris Disdik, Rustiyana saat ditemui Selasa 20 Juni 2023.
Asep menjelaskan, hadirnya TK Negeri ini merupakan yang pertama lantaran TK di KBB selama ini dikelola oleh swasta.
"Alhamdulillah, sekarang sudah memiliki TK Negeri yang pertama. Meski baru berdiri, namun tiga sekaligus," ungkapnya.
Dengan adanya TK Negeri, terang Asep, maka pembinaan oleh Disdik KBB bakal lebih mudah lantaran satuan pendidikan milik Pemda Bandung Barat. Begitupun dengan bantuan seperti sarana dan prasarana akan jadi aset milik pemerintah daerah.
"Selain itu, dapat dijadikan TK Pembina dan percontohan bagi TK yang lainnya," terangnya.
Selain itu, keuntungan lain yang bakal didapat KBB yakni akan mendapat kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk jenjang TK.
"Berdasarkan data dari Disdik KBB, saat ini ada sekitar 1.290 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di bawah Disdik KBB," katanya.
Tak hanya itu, diwaktu yang sama Disdik KBB juga melaksanakan deklarasi Sekolah Ramah Anak di mana hal ini sebagai wujud nyata kepedulian pencegahan tiga dosa besar pendidikan yakni kekerasan seksual, perundungan atau bullying, dan intoleransi.
"Melalui deklarasi sekolah ramah anak ini menegaskan bahwa sekolah bukan tempat kekerasan seksual, bullying maupun intoleransi," paparnya.
Menurutnya, sekolah ramah anak merupakan satuan pendidikan yang menghargai hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, dan kesempatan untuk bermain.
"Sekolah ramah anak melindungi anak dari pelecehan dan kekerasan. Di sejumlah tempat terjadi aksi perundungan dan kekerasan seksual yang menimpa anak," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menambahkan, pada HUT KBB ke-16 kemarin dirinya sekaligus meresmikan deklarasi anti bullying atau anti kekerasan di sekolah, termasuk rencana program ustadz masuk sekolah.
"Alhamdulillah ada tiga program unggulan Disdik KBB dilaunching, yakni ekstrakurikuler hafidz Quran, Sekolah Ramah Anak dan tiga TK Negeri," katanya.
Hengky menyebut, dengan adanya program unggulan pendidikan tersebut tentunya diharapkan tidak ada lagi tiga dosa besar pendidikan, terutama kasus perundungan atau bullying.
Kemudian, dengan adanya program ustadz masuk sekolah diharapkan bisa langsung turun ke sekolah-sekolah guna mencetak para hafidz quran.
"Sesuai dengan keinginan dan perjalanan spiritual yang saya alami saat umroh melihat bagaimana adik-adik disabilitas sangat mencintai Al Qur'an, sehingga memotivasi saya untuk meluncurkan program ini," ungkapnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
