Bikin Film Kampanye Anti-KDRT dan Antikorupsi dengan Sule, Diky: Tidak Pakai APBD
Kampanye pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan antikorupsi melalui pendekatan kreatif berupa film edukasi yang melibatkan komedian Sule.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - kampanye pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan antikorupsi melalui pendekatan kreatif berupa film edukasi. Produksi film tersebut melibatkan komedian nasional Sule, seniman lokal, pelajar, hingga komunitas kreatif di Kota Tasikmalaya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengatakan, proses syuting film telah rampung dilaksanakan di sejumlah lokasi. Salah satunya di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya.
Selain dibintangi dirinya bersama Sule, film itu juga melibatkan pelajar Sanggar Cermin, siswa SMAN 2 Tasikmalaya, LSMI HMI Tasikmalaya, serta kru produksi dari siswa-siswi SMK Al Ihsan Kota Tasikmalaya.
"Alhamdulillah kemarin kita sudah syuting pembuatan film. Ada Sule yang datang ke Tasik. Beliau bantu syuting dan lainnya, termasuk buat vlog juga," kata Diky, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, produksi film tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh proses didukung oleh berbagai pihak secara sukarela, termasuk bantuan pribadi dari anggota DPR RI Lola Nelria Oktavia dan sejumlah relawan.
"Kita dibantu sama Bu Lola dari DPR secara pribadi serta para relawan, jadi ini program non-APBD," ujarnya.
Diky menilai pendekatan kolaboratif seperti ini dapat menjadi contoh bahwa program edukasi masyarakat tetap bisa diwujudkan tanpa membebani anggaran daerah. Menurutnya, anggaran pemerintah perlu difokuskan pada kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat.
"Pemkot bisa menjadikan ini sebuah program. Tapi selain bukan pemegang kebijakan anggaran, saya pun ingin mengajak orang-orang kreatif tanpa bergantung pada uang rakyat. Karena banyak hal prioritas yang harus dipikirkan pimpinan untuk Kota Tasikmalaya," katanya.
Melalui film tersebut, Diky berharap pesan mengenai pentingnya mencegah KDRT sekaligus membangun budaya antikorupsi dapat diterima masyarakat secara lebih luas melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Editor : Doni Ramdhani

