KemenEkraf Dorong Integrasi Data Industri Perfilman untuk Gaet Investor
KemenEkraf mendorong penguatan industri perfilman nasional melalui integrasi data, sebagai fondasi penyusunan kebijakan dan menggaet investor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) mendorong penguatan industri perfilman nasional melalui integrasi data, sebagai fondasi penyusunan kebijakan yang lebih presisi sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan, pemerintah tengah memperkuat tata kelola data industri perfilman agar lebih transparan, akurat, dan berkelanjutan.
Hal tersebut dinilai menjadi salah satu prasyarat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di sektor film.
"Kementerian Ekraf ingin ekosistem perfilman Indonesia semakin besar, berkualitas, dan berkelanjutan. Selain memperluas akses layar dan distribusi film nasional, kami ingin memperkuat kebijakan berbasis data yang mampu mendorong investasi, diversifikasi konten, serta kolaborasi internasional," ujar Riefky dalam keterangan resminya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/7/2026).
Riefky menuturkan, data industri yang komprehensif akan meningkatkan akurasi pemerintah dalam merancang program dan intervensi kebijakan.
Di sisi lain, ketersediaan data yang transparan memberikan kepastian bagi pelaku usaha maupun investor dalam membaca prospek industri film tanah air.
Optimisme pengembangan industri ini ditopang oleh kinerja pasar film domestik yang terus menguat. Berdasarkan data Cinepoint, pangsa pasar film Indonesia telah menembus lebih dari 60 persen pada 2025.
Sementara pada semester I 2026, sebanyak 15 judul film nasional berhasil mencatatkan lebih dari satu juta penonton—melampaui rata-rata capaian industri pada tahun sebelumnya.
Guna memperkuat ekosistem berbasis data tersebut, KemenEkraf menjajaki kerja sama strategis dengan platform analitik perfilman Cinepoint.
Kedua pihak tengah menyusun Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan infrastruktur data industri serta memperluas layanan analitik yang dapat dimanfaatkan dalam perumusan kebijakan.
Direktur Kajian dan Manajemen Strategis KemenEkraf, Agus Syarip Hidayat, menyampaikan bahwa data dari Cinepoint dapat menjadi salah satu rujukan utama dalam proses perencanaan program hingga penyusunan kebijakan pemerintah.
"Bagi kami sebagai pembuat kebijakan (policy maker), data dari Cinepoint sangat bermanfaat sebagai dasar perencanaan, penyusunan program, hingga intervensi kebijakan. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional," kata Agus.
Dari sisi industri, Cinepoint tengah menyiapkan peluncuran Cinepoint Pro, yakni platform analitik berbasis Software as a Service (SaaS).
Platform ini menghimpun data box office, tren percakapan media sosial, efektivitas pemasaran, profil demografi penonton, hingga persebaran lokasi audiens.
Director sekaligus Cofounder Cinepoint, Vincent Putera, menyatakan bahwa transparansi data akan membuka peluang baru bagi seluruh pemangku kepentingan industri, mulai dari rumah produksi, distributor, investor, hingga pemerintah.
Menurut Vincent, integrasi data memberikan tolok ukur yang lebih jelas terhadap kinerja industri, sehingga keputusan bisnis maupun investasi dapat diambil dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Kondisi ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri perfilman nasional dan memperluas peluang kolaborasi di tingkat global.
Editor : Ahmad Sayuti

