BMKG Catat 200 Gempa Guncang Jabar Sepanjang September 2026

BMKG Stasiun Geofisika Bandung melaporkan sebanyak 200 kejadian gempa bumi mengguncang Jabar sepanjang September 2026. Gempa dengan magnitudo kecil mendominasi.

BMKG Catat 200 Gempa Guncang Jabar Sepanjang September 2026
Sepanjang September 2026 BMKG mencatat ada 16 kejadian gempa bumi yang guncangannya dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah Jabar. (ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung melaporkan sebanyak 200 kejadian gempa bumi telah mengguncang wilayah Jabar sekitarnya sepanjang September 2026. Dari ratusan kejadian tersebut, gempa dengan magnitudo kecil mendominasi.

Data tersebut terangkum dalam Buletin GeoAtmosfera Volume IX edisi September 2026. Berdasarkan klasifikasi magnitudo, gempa dengan kekuatan kurang dari 3 (M < 3) mendominasi dengan 182 kejadian. Sementara itu, terdapat 18 gempa bermagnitudo 3 hingga 5 (3 ≤ M ≤ 5), dan hanya 2 gempa yang bermagnitudo lebih dari 5 (M > 5).

Pihak BMKG juga mengidentifikasi sejumlah klaster sumber gempa bumi akibat aktivitas sesar. Gempa tipe swarm di sekitar Kecamatan Kertasari mendominasi aktivitas kegempaan dengan total 84 kejadian. 

"Selain itu, tercatat pula 11 kejadian gempa swarm di sekitar Gunung Salak, 7 kejadian di Sesar Cimandiri, 6 kejadian di Sesar Garsela, serta kilasan aktivitas di Sesar Citarik, Cipamingkis, dan Ciremai," ujar Kepala Stasiun Geofisika Bandung Suaidi Ahadi, Senin (12/10/2026).

Dia menyampaikan, sepanjang September 2026 tercatat ada 16 kejadian gempa bumi yang guncangannya dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah Jabar. 

Salah satu guncangan yang dirasakan nyata dalam rumah adalah gempa bermagnitudo 3,0 yang berpusat di tenggara Kabupaten Bandung pada 16 September 2026 akibat aktivitas sesar aktif.

Selain menyoroti tingginya aktivitas kegempaan, laporan tersebut juga mencatat anomali dinamika iklim di Kota Bandung. 

Suhu udara rata-rata pada bulan September 2026 mencapai 25,1 derajat Celcius, menjadikannya relatif lebih hangat atau lebih tinggi 1,2 derajat Celcius dibandingkan periode yang sama pada 2025 lalu.


Editor : Doni Ramdhani