BMKG Catat 51 Ribu Sambaran Petir di Jabar Selama September 2026
Stasiun Geofisika Kelas I Bandung BMKG melaporkan tingginya aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jabar sepanjang September 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Stasiun Geofisika Kelas I Bandung dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan tingginya aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jabar sepanjang September 2026.
Berdasarkan Kajian Listrik Udara Jabar September 2026, BMKG mencatat lebih dari 51 ribu kejadian sambaran petir melanda wilayah tersebut.
Total kejadian petir cloud to ground (CG) di Jabar pada September 2026 mencapai 51.498 kejadian. Dari total tersebut, sambaran didominasi oleh jenis petir CG- (Cloud to Ground Negative) sebesar 55%, sementara 45% sisanya merupakan kejadian petir CG+ (Cloud to Ground Positive).
Berdasarkan analisis statistik per wilayah, Kabupaten Bogor menjadi kawasan dengan jumlah sambaran petir tertinggi yang mencapai 18.152 kejadian.
Disusul Kabupaten Cianjur dengan 12.150 kejadian dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan 4.289 kejadian sambaran petir. Dari segi tingkat kerapatan sambaran petir tertinggi, Kota Bogor menempati urutan pertama dengan nilai kerapatan mencapai angka 15,09.
Di sisi lain, Kota Tasikmalaya tercatat sebagai daerah dengan tingkat aktivitas petir paling aman. Wilayah ini memiliki tingkat kerapatan terendah dengan total 0 kejadian, yang berarti tidak ada kejadian sambaran petir sama sekali selama periode tersebut.
Terkait tingginya kerawanan petir di sejumlah wilayah, Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengeluarkan peringatan keselamatan bagi masyarakat luas.
"Jika sudah mendengar suara guntur, segera masuk ke dalam ruangan atau rumah, namun jika kamu sedang berada di luar rumah segeralah masuk ke dalam mobil," tegas Suaidi Ahadi, Senin (12/10/2026).
Suaidi juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menghindari area terbuka yang rentan saat cuaca buruk.
"Jangan berada di sawah, lapangan atau taman, karena petir akan mencari tanah untuk melepaskan energinya. Jangan berlindung di bawah pohon, apabila pohon tersambar petir energinya dapat melompat ke tubuh," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
