BMKG Ungkap Penyebab Banjir di Bali, Jadi yang Terparah Selama 10 Tahun Terakhir
BMKG mengungkapkan penyebab banjir bandang di Bali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - banjir ekstrem yang melanda Kota Denpasar dan sejumlah wilayah di Bali pada 10 September 2025 menimbulkan kerusakan luas dan menelan korban jiwa.
Laporan awal menyebutkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia, termasuk 4 korban yang tertimbun reruntuhan bangunan di Pasar Kumbasari, Denpasar.
Hingga kini, pemerintah belum merilis pembaruan resmi jumlah korban jiwa. Namun, bencana ini tercatat sebagai salah satu banjir terparah dalam satu dekade terakhir di Pulau Dewata.
Penyebab Banjir Ekstrem di Bali
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada beberapa faktor utama yang memicu banjir besar ini:
-
Fenomena Gelombang Ekuatorial Rossby
Aktifnya gelombang ekuatorial Rossby memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif. Hal ini menghasilkan curah hujan ekstrem yang berlangsung dua hari berturut-turut. -
Curah Hujan Sangat Tinggi
Intensitas hujan tercatat lebih dari 150 mm per hari, masuk kategori sangat berbahaya. Kelembaban udara hingga lapisan 500 milibar turut mendukung terbentuknya awan hujan tinggi yang disertai petir dan angin kencang. -
Drainase Tidak Memadai
Sistem drainase di Denpasar dinilai tidak mampu menampung volume air besar. Kondisi diperparah oleh sampah dan sedimentasi yang menyumbat saluran air, sehingga genangan meluas ke permukiman dan fasilitas umum. -
Alih Fungsi Lahan dan Tata Ruang Bermasalah
Alih fungsi lahan menjadi permukiman dan area komersial tanpa memperhatikan daya serap tanah membuat ruang terbuka hijau berkurang. Dampaknya, risiko banjir semakin besar.
Dampak Banjir Bali
-
Korban Jiwa dan Pengungsian
Selain 9 korban meninggal, dua orang masih dilaporkan hilang. Lebih dari 800 warga terdampak dan ratusan di antaranya mengungsi dari 123 titik banjir yang tersebar di Bali. -
Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Banjir merusak jalan utama, jembatan, rumah, toko, pasar, hingga rumah ibadah. Beberapa bangunan roboh akibat derasnya arus air. -
Gangguan Layanan Dasar
Aliran listrik dan pasokan air bersih terganggu. Tiang listrik roboh dan gardu terendam membuat PLN harus bekerja cepat memulihkan jaringan. Sementara itu, layanan publik lain juga sempat lumpuh.
Editor : Firda Rachmawati
