BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Jawa Barat hingga Akhir Januari 2026

BMKG mengungkap sejumlah faktor utama yang menjadi pemicu cuaca ekstrem di Jawa Barat yang terjadi hingga akhir Januari 2026. 

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Jawa Barat hingga Akhir Januari 2026
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Jawa Barat hingga Akhir Januari 2026

INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejumlah faktor utama yang menjadi pemicu cuaca ekstrem di Jawa Barat yang terjadi hingga akhir Januari 2026. 

Fenomena hujan lebat yang kerap disertai petir dan angin kencang disebut sebagai dampak dari kombinasi dinamika atmosfer global dan regional yang sedang aktif.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa salah satu faktor dominan adalah aktifnya gangguan dinamika atmosfer, termasuk Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase aktif di wilayah Indonesia.

Fenomena ini meningkatkan pembentukan awan hujan berskala besar, terutama jenis Cumulonimbus, yang berpotensi memicu hujan ekstrem.

Selain MJO, aktivitas gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin turut memperkuat suplai uap air di wilayah Jawa Barat. Kondisi tersebut diperparah oleh kelembapan udara yang sangat tinggi di lapisan bawah hingga menengah atmosfer, membuat udara mudah jenuh dan memicu hujan deras dalam durasi singkat.

BMKG juga menyoroti faktor pola angin dan konvergensi atau pertemuan massa udara di sekitar wilayah Jawa. Interaksi angin dari Samudra Hindia dengan aliran udara dari daratan Pulau Jawa menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah dataran rendah dan pegunungan Jawa Barat.

Tak kalah penting, Januari 2026 masih berada dalam fase puncak musim hujan. Situasi ini membuat wilayah Jawa Barat lebih rentan terhadap cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, serta pohon tumbang.

BMKG mengingatkan bahwa cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Masyarakat Jawa Barat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan darat, laut, dan udara.

Untuk memperoleh informasi terkini, BMKG menyarankan masyarakat rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, dan kanal media sosial resmi BMKG yang diperbarui secara berkala.


Editor : Firda Rachmawati