Bojan Hodak Murka Kepada Bobotoh yang Menyalakan Flare di Stadion

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak secara terang-terangan mengaku murka kepada Bobotoh yang kerap menyalakan flare di dalam Stadion.

Bojan Hodak Murka Kepada Bobotoh yang Menyalakan Flare di Stadion
Flare yang dinyalakan Bobotoh memicu denda dan Biojan Hodak mengaku geram dengan aksi dari oknum pendukung Persib Bandung tersebut.

INILAHKORAN.ID - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak secara terang-terangan mengaku murka kepada Bobotoh yang kerap menyalakan flare di dalam Stadion. 

Terbukti, beberapa sanksi dan denda harus diterima Persib Bandung yang diakibatkan oleh oknum Bobotoh tersebut. Baik di Super League maupun AFC Champions League (ACL) Two 2025-2026.

Terbaru, Persib Bandung mendapatkan denda sebesar 30 ribu dolar Amerika Serikat atau setara Rp499 juta dari AFC akibat ulah pendukungnya saat bertandang ke markas Selangor FC di laga ACL Two 2025-2026 di Stadion MBPJ, Selangor, pada 6 November 2025. 

Dalam pernyataannya, AFC menyebut Persib melanggar Pasal 65 Regulasi AFC tentang tanggung jawab klub terhadap perilaku suporternya. Meski tidak dilakukan langsung oleh klub, Persib tetap dianggap bertanggung jawab atas ulah penonton yang menempati tribun suporter tandang.

Terdapat tiga pelanggaran yang dilakukan. Pertama, sekitar 20 pendukung Persib memasuki lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Lalu tiga penonton lainnya kembali melakukan hal serupa. 

Pelanggaran ketiga terdapat delapan botol air kosong dilemparkan ke arah lapangan dan area sekitarnya. Sehingga denda dilayangkan AFC.

Bojan murka dengan denda tersebut. Apalagi di laga terakhirnya di fase grup ACL Two melawan Bangkok United, terdapat beberapa flare dinyalakan oknum Bobotoh. 

“Saya rasa flare tidak diperbolehkan dan mereka itu harus mengerti. Setelah lawan Bangkok, ada enam flare dan keenam orang ini tidak memikirkan itu dan klub jadi didenda,” ujar Bojan. 

Pelatih asal Kroasia ini yakin para oknum Bobotoh tersebut datang bukan untuk mendukung Persib Bandung. Melainkan hanya mementingkan diri pribadi.

“Mereka tidak datang untuk mendukung kami, tapi untuk kesenangannya sendiri. Ada 28 ribu yang mendukung secara top, tapi tidak dengan keenam orang ini, mereka egois. Jika diperbolehkan silakan, tapi ini tidak, ini mengakibatkan hukuman. Marilah mengikuti aturan,” tegasnya.


Editor : Ahmad Sayuti