Bonus Demografi Menguat, Kabupaten Cirebon Punya Potensi Besar untuk Maju

Pemkab Cirebon memiliki kans besar untuk memajukan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dengan kucuran bonus demografi yang besar

Bonus Demografi Menguat, Kabupaten Cirebon Punya Potensi Besar untuk Maju
Bupati Cirebon Imron

INILAHKORAN.ID - Struktur penduduk Kabupaten Cirebon saat ini didominasi usia produktif. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Kabupaten Cirebon pada tahun 2026, jumlah penduduk Kabupaten Cirebon tercatat mencapai 2.413.814 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 1.221.080 jiwa merupakan laki-laki dan 1.192.734 jiwa perempuan.

Kelompok usia produktif 15–39 tahun menjadi penyumbang terbesar komposisi penduduk. Usia 25–29 tahun tercatat paling dominan dengan 200.950 jiwa. Disusul kelompok usia 35–39 tahun sebanyak 200.444 jiwa dan usia 30–34 tahun sebanyak 197.058 jiwa.

Sementara itu, kelompok usia 20–24 tahun mencapai 180.467 jiwa dan usia 15–19 tahun sebanyak 174.280 jiwa.

Bupati Cirebon, Imron menilai dominasi usia produktif tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan daya saing daerah.

“Ini adalah kekuatan besar yang harus dimanfaatkan dengan baik. Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk mendorong kemajuan ekonomi, investasi, dan pembangunan,” ujar Imron, Kamis 7 Mei 2026.

Menurutnya, bonus demografi tidak akan berdampak maksimal tanpa dukungan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan kerja, dan pembukaan lapangan pekerjaan.

“Kami ingin generasi muda Kabupaten Cirebon tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.

Imron menjelaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong program pelatihan kerja, pengembangan UMKM, hingga peningkatan kualitas pendidikan agar potensi usia produktif dapat terserap optimal.

Selain usia produktif, jumlah penduduk usia anak juga masih cukup besar. Kelompok usia 0–4 tahun tercatat sebanyak 200.885 jiwa, sedangkan usia 10–14 tahun mencapai 172.941 jiwa.

"Kondisi itu menunjukkan kebutuhan layanan pendidikan dan kesehatan anak masih menjadi perhatian penting pemerintah daerah," akunya.

Dia menambahkan, disisi lain jumlah penduduk lanjut usia relatif lebih kecil. Penduduk usia 60–64 tahun tercatat 94.573 jiwa, sedangkan usia 75 tahun ke atas sebanyak 38.320 jiwa.

"Artinya BPS menilai komposisi penduduk yang didominasi usia produktif berpotensi menjadi bonus demografi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola dengan tepat," tukasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti