Bulukumba Jadikan Laboratorium Hidup Citarum Role Model Pengelolaan Sampah dan Ekowisata Berkelanjutan
Terinspirasi konsep pengelolaan sampah dan ekowisata berkelanjutan Laboratorium Hidup Citarum, di Desa Padamukti serta Cibodas, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bulukumba berencana bakal menjadikannya role model untuk dikembangkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Terinspirasi konsep pengelolaan sampah dan ekowisata berkelanjutan Laboratorium Hidup Citarum, di Desa Padamukti serta Cibodas, Kabupaten Bandung, Kabupaten bulukumba berencana bakal menjadikannya role model untuk dikembangkan.
Selama dua hari, 10-11 Desember 2024, perangkat desa Kabupaten Bulukumba melakukan kajian, supaya konsep Laboratorium Hidup Citarum bisa dikembangkan disana.
Kepala Desa Padamukti Unang Rubaman menuturkan, rombongan diajak untuk mengunjungi Tempat pengolahan sampah (TPS) 3R di Desa Padamukti dan Desa Cibodas, sebagai contoh sukses dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kunjungan kajian tiru ini merupakan salah satu upaya kami, dalam berbagi pengalaman dan ilmu tentang pengelolaan sampah dan ekowisata yang berkelanjutan," ujar Unang dalam keterangannya, Kamis 12 Desember 2024.
"Kami berharap, kunjungan ini dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi rombongan kajian tiru dari Kabupaten Bulukumba,” imbuhnya.
Kunjungan ini pun tidak sia-sia, karena rombongan kaji tiru Bulukumba antusias terhadap TPS 3R, sebab menyaksikan secara langsung proses pengolahan sampah menjadi kompos dan bahan kerajinan yang bernilai ekonomi.
193 peserta ini juga mengunjungi ekowisata, yang dibangun di sekitar TPS 3R, dengan menawarkan keindahan alam dan peluang wisata edukasi.
Selain itu, Dinas BPMD Bulukumba yang dipimpin oleh Hamrina Andi Murih turut terlibat dalam diskusi, film dan pameran bertajuk Menuju Kebijakan Berbasis Bukti untuk Revitalisasi Sungai pada Rabu 13 Desember kemarin, yang digelar di Kantor Satgas Citarum Dago.
Dimana kegiatan tersebut merupakan hasil tindaklanjut dari hasil riset peneliti Citarum Action Research Projek (CARP) yang dipimpin oleh Universitas Indonesia dan Monash University, Australia.***
Editor : JakaPermana
